HANGZHOU Rasanya seperti melewati maraton. Itulah yang mungkin dirasakan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, pasangan ganda putra Indonesia, setelah memastikan tiket ke semifinal BWF World Tour Finals 2025. Mereka baru saja meraih kemenangan penuh drama atas duo Taiwan, Chiu Hsiang Chieh dan Wang Chi-Lin, di Hangzhou Olympic Sports Centre, Jumat malam lalu.
Pertandingan tiga gim itu benar-benar menguras tenaga dan mental. Skor akhir 21-19, 20-22, dan 21-15 cukup menggambarkan betapa sengitnya duel di lapangan. Berkat kemenangan itu, mereka melangkah ke babak berikutnya sebagai runner-up Grup A.
Dari awal, suasana sudah panas. Kedua pasangan saling serang, tak ada yang mau mengalah. Bola melesat cepat, pergerakan konstan, membuat penonton ikut tegang.
Bagi Sabar, momen ini sangat emosional. "Pastinya sangat senang, sangat happy," ujarnya, mengawali cerita.
Namun, perjalanan menuju kemenangan itu jauh dari mulus. Dia mengakui ada banyak tekanan yang menghantui, ditambah kesalahan-kesalahan yang dibuatnya sendiri di tengah laga.
"Ada beberapa kendala yang terjadi terutama di gim kedua, saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Tapi di sisi lain, pasangan Chinese Taipei juga bermain sangat baik," kata Sabar dalam rilis PBSI.
Gim kedua memang jadi momen genting. Mereka kalah tipis 20-22, yang memaksa pertandingan harus ditentukan di gim ketiga. Saat itulah tekanan mencapai puncaknya.
Lalu, bagaimana cara mereka bangkit?
Kuncinya sederhana: mencoba lebih rileks. "Di gim ketiga kami coba untuk lebih enjoy lagi," ungkap Sabar. Perubahan pendekatan mental itu rupanya membawa angin segar.
Tapi, ceritanya tak cuma soal mental. Reza, sang partner, ternyata juga berjuang melawan rasa sakit di tubuhnya sendiri. Ini yang bikin permainan mereka sempat tersendat.
"Di gim kedua kami tertekan dengan pola permainan mereka yang punya speed dan power sangat kuat. Terlepas dari ada rasa sakit di pergelangan kaki dan paha saya, jadi gerakannya kurang bisa leluasa," tutur Reza.
Dia menambahkan, "Tidak mudah bagi kami untuk memenangkan laga hari ini."
Meski begitu, keduanya melihat sisi positif. Performa mereka di turnamen elite penutup musim ini dinilai sudah menunjukkan progres yang bagus. Menurut Reza, konsistensi itu berlanjut sejak mereka tampil di SEA Games.
Hanya saja, ada pekerjaan rumah yang jelas terlihat. Aspek fisik, terutama daya tahan, harus jadi fokus peningkatan ke depannya. Level lawan di pentas dunia, seperti yang mereka alami malam itu, tidak akan pernah mudah.
"Evaluasinya lebih ditambah lagi nanti daya tahan di lapangannya. Karena juga semakin kesini kan, lawan juga semakin kuat," lanjut Reza.
Perjuangan mereka belum berakhir. Semifinal menanti, dan tantangan pasti akan lebih berat lagi. Tapi, setidaknya untuk malam itu, mereka berhak bernapas lega sejenak. Setelah pertarungan berat, tiket semifinal akhirnya berada di genggaman.
Artikel Terkait
Konflik Pecah di Ruang Ganti Real Madrid, Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku Hantam dengan Tchouameni
Mantan Bek Bayern Niklas Süle Pensiun di Usia 30 Tahun Akibat Rentetan Cedera
PSM Makassar Buktikan Daya Tarik sebagai Rumah Pemain Asing: Yuran dan Victor Luiz Bertahan di Tengah Isu Sanksi FIFA
PSM Makassar Buktikan Diri Masih Jadi Rumah Nyaman bagi Pemain Asing di Tengah Ancaman Sanksi FIFA