Namun begitu, suasana berubah di gim kedua. Fajar/Fikri tampil dengan energi berbeda. Mereka lebih agresif, menekan pergerakan Rankireddy/Shetty. Dengan permainan yang lebih rapi, mereka berhasil memimpin 18-14 dan akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16. Semangat pun kembali membara.
Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Gim penentuan justru menjadi mimpi buruk. Kesalahan-kesalahan sederhana, seperti pengembalian shuttlecock yang kurang sempurna, kembali menghantui. Mereka tertinggal jauh lagi, 4-11, saat interval ketiga.
Pasca-jeda, MURIANETWORK.COM dan Fikri berusaha mati-matian mengejar ketertinggalan. Mereka mencoba bangkit, poin demi poin diperjuangkan. Tapi upaya itu, sekeras apa pun, tak cukup untuk membalikkan keadaan. Pada akhirnya, mereka harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 11-12 di gim penentuan. Sebuah akhir yang pahit setelah pertarungan sengit.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027