Selepas jeda, suasana berubah. Malaysia berusaha bertahan, tapi ritme permainan sudah di tangan Sabar dan Reza. Dari skor 12-11, mereka tiba-tiba melesat. Agresivitas mereka di depan net dan ketajaman smash sulit dijawab lawan. 16-11, lalu 20-12. Tak butuh waktu lama lagi, gim pertama pun ditutup 21-14.
Gim kedua? Lebih sengit lagi. Malaysia tampaknya belajar dari kesalahan. Mereka bahkan sempat memimpin 1-2. Sabar/Reza berbalik unggul, tapi selisihnya tak pernah jauh. Di interval, keunggulan Indonesia cuma satu angka: 11-10. Soh Wooi Yik dan Aaron Chia benar-benar ngotot, menolak untuk ditundukkan dengan mudah.
Namun begitu, selepas interval, kualitas Sabar dan Reza benar-benar berbicara. Permainan mereka lebih variatif, serangan dari segala sudut. Chia dan Soh mulai kesulitan mengantisipasi. Perlahan-lahan, selisih poin mulai terbuka: 13-10, kemudian 15-12. Momentum sudah sepenuhnya berpindah. Pada angka 17-13, jalan menuju kemenangan semakin jelas. Dan akhirnya, pada angka 21-17, semuanya berakhir. Raihan emas ketiga untuk Indonesia pun resmi diraih.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027