Harapan emas bulutangkis tunggal putri kandas sudah. Sabtu (13/12) sore tadi, Putri Kusuma Wardhani harus mengakui keunggulan lawannya dari Thailand, Katethong Supanida, dalam laga semifinal SEA Games 2025. Dua gim berjalan, 18-21 dan 16-21, cukup untuk menghentikan langkah atlet Indonesia itu.
Dengan hasil ini, medali perunggu adalah pencapaian tertinggi yang bisa dibawa pulang Putri KW dari ajang regional kali ini. Yang cukup menyayat, kekalahan ini sekaligus menutup peluang Indonesia untuk menempatkan wakil di partai puncak sektor tunggal putri.
Padahal, awal pertandingan sempat memberi angin segar. Di gim pertama, Putri tampil percaya diri dan membangun keunggulan 8-4. Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Katethong, dengan permainan yang solid, berhasil menyamakan kedudukan 8-8 dan justru memimpin tipis 11-10 saat jeda.
Usai interval, duel sengit pun berlanjut. Katethong sempat menjauh 13-16, tapi Putri tak menyerah. Dengan susah payah, ia berhasil mengejar ketertinggalan dan menyamakan skor. Namun, upayanya mentok di situ. Katethong kembali menemukan ritme terbaiknya dan menutup gim pertama 21-18.
Tekanan jelas terbawa ke gim kedua. Putri sempat tertinggal 6-8, namun lagi-lagi ia bangkit untuk menyamakan poin. Bahkan, ia berhasil memimpin 11-10 saat jeda, memberi secercah harapan bagi pendukungnya.
Pasca-interval, ketegangan makin terasa. Kedua pemain saling sikut, poin demi poin. Putri sempat unggul 16-14 dan seolah-olah akan membawa laga ke gim penentu.
Tapi di momen krusial itu, nasib berkata lain. Katethong, yang berada di peringkat 12 dunia, menunjukkan kualitasnya. Ia menancapkan akselerasi final yang mematikan. Putri seperti kehilangan daya, dan akhirnya menyerah dengan skor 16-21.
Perjalanannya di SEA Games 2025 pun berakhir di sini, dengan warna perunggu.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares