Musim MotoGP 2025 jadi cerita pahit buat Francesco Bagnaia. Dua kemenangan dan enam podium ternyata cuma cukup untuk menempatkannya di urutan kelima klasemen akhir. Padahal, di awal musim, pebalap Ducati itu tampil konsisten dan terlibat duel sengit. Lalu apa yang salah?
Banyak yang menyalahkan kehadiran Marc Marquez sebagai rekan setimnya. Tekanan berhadapan dengan "The Baby Alien" di garasi yang sama dianggap meruntuhkan mental Bagnaia. Tapi, menurut pengamat tajam Chicho Lorenzo, teori itu meleset. Bukan Marc, melainkan adiknya, Alex Marquez, yang jadi pukulan telak buat Bagnaia.
“Saya pikir yang benar-benar menenggelamkan Bagnaia adalah Alex Marquez,” tegas ayah dari Jorge Lorenzo itu. “Dengan motor tim satelit, bersama tim satelit, berhasil mencatat hasil bagus.”
Argumen Lorenzo punya dasar. Lihat saja statistiknya. Alex Marquez meraih musim terbaiknya: tiga kemenangan dan sembilan podium sepanjang 2025. Prestasi gemilang itu diraihnya dengan motor yang notabene lebih tua satu tahun dibanding motor factory Ducati yang dikendarai Bagnaia.
Nah, di sinilah letak persoalannya. Menurut Lorenzo, Bagnaia kesulitan menerima kenyataan kalah dari pebalap dengan paket yang secara teori lebih lemah. Rasanya seperti ditampar fakta di depan mata.
“Angka-angkanya sudah berbicara. Saya pikir ini lebih karena Alex (Marquez) daripada Marc Marquez mengalahkannya dalam setiap kesempatan,” tandas Lorenzo.
Lantas, bagaimana musim depan? Situasinya bakal makin menarik. Alex Marquez dipastikan tetap membela Gresini Racing, namun dengan motor yang akan setara dengan sang kakak di MotoGP 2026. Artinya, alasan "motor lebih tua" sudah tidak berlaku lagi. Bagnaia harus siap. Persaingan di trek nanti bukan cuma melawan Marc, tapi juga ancaman serius dari Alex yang semakin percaya diri.
Artikel Terkait
Valera Buka Peluang: Acosta Bisa Gabung VR46 di 2027
Arsenal Tersendat di City Ground, Peluang Juara Semakin Renggang
Liverpool Gagal Maksimal di Anfield, Burnley Curi Poin Berharga
Liverpool Beralih ke Dua Bek Elite Eropa Setelah Gagal Rekrut Marc Guehi