“Itu kan tiga tim yang kemungkinan untuk mengalahkan kita di atas 54%. Jadi kita harus bisa menunjukkan itu dulu.”
Memang, ada dua kemenangan gemilang yang patut diacungi jempol: mengalahkan Juventus dan Lazio di pertemuan pertama. Hasil itu tentu saja membawa angin segar. Tapi Mirwan sama sekali tak mau terlena. Justru, ia malah mewaspadai pertemuan ulang nanti.
“Pada saat kita ketemu Juventus, Juventus pasti juga akan ingin balas dendam. Lazio juga pasti akan balas dendam. Bologna juga,” katanya, menggambarkan tantangan di paruh kedua musim.
“Kalau kita belum bisa mengalahkan mereka dalam kondisi ini, jatuh-jatuhnya kita keluar di bawah posisi 7 lagi. Dan itu impian Eropa itu masih cuma impian aja.”
Jadi, apa kesimpulannya? Pekerjaan rumah masih menumpuk. Tantangan masih berat. Mimpi Eropa masih samar-samar.
“PR-nya masih panjang dan masih berat, dan masih banyak tugas yang harus diperbaiki dulu sih,” tutup Mirwan, menekankan bahwa perjalanan mereka baru benar-benar dimulai.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Dikabarkan Berminat Beli Klub Liga 2, Bekasi City
Debut Impresif Veda Ega, Bezzecchi Menangi Seri Pembuka MotoGP 2026 di Buriram
All England 2026: Tunggal Putra dan Putri Indonesia Terhenti di Perempatfinal
Raymond/Joaquin Hadapi Juara Dunia di Semifinal All England 2026