Jawa Tengah Raih Penghargaan Kemenkes atas Keberhasilan Tekan Angka Stunting
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penghargaan yang diterima dari Kementerian Kesehatan. Ia menegaskan bahwa capaian positif Jawa Tengah dalam penurunan stunting adalah buah dari kolaborasi solid seluruh pihak, yang salah satunya diwujudkan melalui program inovatif dokter spesialis keliling atau speling.
Sumarno, dalam keterangan tertulisnya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, mulai dari bupati, walikota, camat, lurah, hingga kader posyandu yang dinilai sebagai ujung tombak kesuksesan program ini di Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Guna Sadikin, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Auditorium Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Strategi dan Upaya Konkret Jawa Tengah Melawan Stunting
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerapkan berbagai langkah strategis untuk memerangi stunting. Beberapa upaya kunci yang dilakukan meliputi:
- Skrining anemia pada remaja putri.
- Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan ibu hamil.
- Pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) yang berkala.
- Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).
- Pemantauan pertumbuhan balita secara rutin.
Berkat implementasi program-program tersebut, Jawa Tengah berhasil mencatatkan prevalensi stunting sebesar 17,1% pada tahun 2024. Angka ini berada di bawah rata-rata nasional yang saat itu sebesar 19,8%, menunjukkan efektivitas strategi yang dijalankan.
Dua Penghargaan Tambahan untuk Kabupaten dan Kader Berprestasi
Dalam kesempatan yang sama, Jawa Tengah juga menerima dua penghargaan lainnya. Kabupaten Banyumas meraih predikat terbaik Regional 1 untuk Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Sementara itu, seorang kader Posyandu Mawar 3 dari Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, Sofia Turrifqi, dinobatkan sebagai Kader Bidang Kesehatan Berprestasi Terbaik Regional 1.
Sumarno turut menyampaikan selamat atas pencapaian ini dan berharap penghargaan yang diperoleh dapat memacu semangat semua pihak untuk terus giat menekan angka stunting. Optimisme tinggi ditunjukkan bahwa melalui sinergi berkelanjutan, prevalensi stunting di Jawa Tengah dapat ditekan lebih rendah lagi.
Komitmen Nasional dan Arahan Strategis
Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin mengungkapkan bahwa prevalensi stunting nasional telah mencapai 19,8% di tahun 2024. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus menurunkan angka ini menjadi 14,2% pada tahun 2029 dan menargetkan 5% pada tahun 2045.
Rakornas dinilai sebagai wadah strategis untuk menyelaraskan langkah semua pemangku kepentingan, dari tingkat pusat hingga daerah, dalam aksi pencegahan dan penurunan stunting. Sebelumnya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang perlu dikawal bersama oleh seluruh elemen bangsa.
Artikel Terkait
Tanjungpinang Gelar Shalat Istisqa Respons Kemarau Panjang
Megawati Jalani Ibadah Umrah di Makkah Jelang Ramadan
Tiga Menteri Terbitkan Pedoman Pembelajaran Adaptif Selama Ramadan 2026
Tiga Warung Makan di Simpang Stasiun Bukittinggi Hangus Terbakar