Suyudi menekankan pentingnya upaya komprehensif dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Dia secara khusus mendorong upaya pemulihan melalui rehabilitasi bagi anak-anak yang sudah terlanjur terpapar narkoba.
"Mari kita bersama-sama menyelamatkan masyarakat, anak-anak kita yang sudah terjerumus. Kita harus merangkul, membawa, merawat, dan merehabilitasi mereka. Bukan menjauhi atau memusuhi, karena mereka bukan musuh. Mereka adalah korban dan orang-orang yang sedang sakit," serunya.
Ancaman bagi Bonus Demografi Indonesia
Suyudi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mengelola bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia. Dia mengingatkan bahwa bonus demografi adalah peristiwa sekali seumur hidup bagi sebuah bangsa dan bisa menjadi anugerah jika dikelola dengan baik, namun bisa menjadi bencana jika diabaikan.
"Kita sedang berperang melawan narkotika, namun kita harus tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Perlu saya tegaskan kembali, perang melawan narkotika bukan hanya tanggung jawab BNN semata, melainkan sebuah gerakan nasional yang harus kita pikul bersama-sama," imbuhnya.
Dia menutup pernyataannya dengan peringatan keras, "Kejahatan narkotika adalah kejahatan luar biasa yang mengancam kedaulatan bangsa dan negara, menggerus moral generasi muda, serta menghancurkan potensi sumber daya manusia Indonesia."
Artikel Terkait
Satgas PRR: 5.000 Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rusak Akibat Banjir dan Longsor
Kebakaran Ruko di Wamena Tewaskan 11 Orang
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Puan Maharani Desak Investigasi
Trump Pertimbangkan Hentikan Perang Iran, Fokus Beralih ke Target Militer Terbatas