Kapal Pinisi KM Putri Sakinah Tenggelam di Selat Padar, Empat Turis Spanyol Dinyatakan Hilang

- Minggu, 28 Desember 2025 | 08:45 WIB
Kapal Pinisi KM Putri Sakinah Tenggelam di Selat Padar, Empat Turis Spanyol Dinyatakan Hilang

Kapal Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo, Empat Turis Spanyol Hilang

Suasana libur Natal dan Tahun Baru di Labuan Bajo ternoda oleh sebuah musibah. Kapal motor wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada Jumat malam (26/12/2025). Kapal pinisi itu membawa 11 orang, dan hingga kini empat wisatawan asal Spanyol masih dinyatakan hilang.

Menurut Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, kapal itu berangkat dari Pelabuhan Marina Waterfront sekitar pukul satu siang. Tujuannya adalah Pulau Kambing. Setelah santap malam sekitar pukul delapan, kapal kembali berlayar menuju Pulau Komodo.

"Pukul 20.30 WITA, kapal mengalami mati mesin dan tenggelam, diperparah dengan cuaca buruk," ujar Christian.

Kejadiannya berada di titik sekitar 23 mil laut sebelah barat pelabuhan. Saat ini, tim SAR gabungan masih berusaha mencari keempat korban hilang: Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Martinez Ortuno, dan Enriquejavier. Mereka adalah satu keluarga suami, istri, dan dua anak mereka.

Dari keterangan awak kapal yang selamat, keluarga itu diduga sedang berada di dalam kabin saat kapal mulai bermasalah. Situasi itu kemungkinan besar membuat mereka sulit keluar dengan cepat ketika air laut mulai membanjiri kapal.

Fathur Rahman, Kepala Basarnas Maumere, menyebut operasi pencarian sudah memasuki hari kedua. Berbagai peralatan dan personel dikerahkan untuk menyisir lokasi.

"Tim SAR Gabungan telah menuju lokasi kejadian guna melaksanakan pencarian dengan mengerahkan RIB Pos SAR Manggarai Barat, Searider KSOP Labuan Bajo, serta RIB Lanal Labuan Bajo serta membawa peralatan selam. Kita semua berharap operasi SAR hari ini membuahkan hasil," tandas Fathur.

Malam kejadian, tujuh orang berhasil dievakuasi. Tiga di antaranya diselamatkan oleh Kapal Nepton yang kebetulan melintas, sementara empat lainnya dievakuasi oleh tim SAR. Seluruh kru kapal dilaporkan selamat setelah sempat bertahan menggunakan sekoci.

Cuaca ekstrem diduga menjadi pemicu utama musibah ini. Menurut laporan, gelombang di Selat Pulau Padar saat itu mencapai ketinggian sekitar dua meter.

"Dugaan sementara, cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut," kata AKBP Christian Kadang.

Ia menambahkan, kondisi malam yang gelap dengan jarak pandang terbatas sempat menyulitkan upaya penyelamatan di tahap awal. Polisi pun mengimbau para pelaku usaha wisata bahari di Labuan Bajo untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa datang tiba-tiba.

Informasi tenggelamnya kapal ini juga dibenarkan oleh Hardinal, seorang koki kapal wisata di Labuan Bajo. Ia mendapat kabar tersebut saat sedang dalam perjalanan laut.

“Benar, ada informasi kapal wisata tenggelam di Selat Padar semalam. Pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan sejak Jumat malam dan berlanjut hingga Sabtu pagi. Saya mengetahui kabar itu dari grup WhatsApp," ujar Hardinal, Sabtu (27/12/2025) pagi.

Ia menambahkan, kabar yang beredar di kalangan kru menyebut sebagian wisatawan sudah dievakuasi, sementara empat lainnya masih dicari. Saat ini, seluruh korban yang selamat telah dibawa ke Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar