Mendagri Tito Karnavian: ASN Tangguh adalah Pilar Utama Ketahanan Negara
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tangguh merupakan faktor kunci dalam membangun ketahanan sebuah negara. Pernyataan ini disampaikan dalam amanatnya pada acara Pengambilan Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tahun 2025.
Tiga Elemen Negara Tangguh Menurut Sejarah
Mendagri Tito mengutip analisis sejarah dari Ray Dalio tentang kerajaan-kerajaan besar yang mampu bertahan lebih dari 300 tahun, seperti Kekaisaran Ottoman, Romawi, dan Mongolia. Menurutnya, terdapat tiga elemen fundamental yang dimiliki oleh negara-negara tangguh tersebut:
- Militer yang Kuat: Untuk menjaga kedaulatan negara dari berbagai ancaman luar negeri.
- Intelijen dan Kepolisian yang Tangguh: Guna memelihara stabilitas dan keamanan dalam negeri.
- ASN yang Efektif: Aparatur Sipil Negara yang mampu menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif, efisien, serta mewujudkan pemerintahan yang jelas (clear government) dan bersih (clean government).
Tito menegaskan, "Negara yang tidak memiliki komponen-komponen ini, misalnya militernya tidak kuat dan mudah diserang negara lain, tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang."
Peran Strategis Kemendagri dan BNPP
Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito juga menyoroti peran strategis para PNS baru yang bergabung dengan Kemendagri. Kementerian ini menjadi poros pemerintahan bagi negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, yang membina 38 gubernur, 98 wali kota, 416 bupati, dan melayani sekitar 285 juta penduduk.
Sementara itu, BNPP memiliki tugas penting dalam mengawasi wilayah perbatasan Indonesia, yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. "Kita adalah negara kepulauan yang harus menjaga wilayah darat dan laut. Selamat bergabung dan menjalankan tugas di dunia baru sebagai PNS," ucap Tito.
Penerimaan PNS Baru dan Harapan Mendagri
Sebanyak 186 PNS resmi bergabung dengan Kemendagri dan BNPP. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk formasi umum, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS).
Tito berpesan agar ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan dengan baik dalam pengabdian sebagai ASN. Ia mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah sebuah kebanggaan, mengingat proses seleksinya yang sangat kompetitif. Dengan mengutip pepatah, "Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah," Tito menyebut pengambilan sumpah hari ini adalah langkah pertama menuju puluhan tahun pengabdian kepada negara.
Penghargaan bagi Pegawai Berprestasi di Bidang Kearsipan
Pada acara yang sama, Mendagri Tito juga memberikan penghargaan kepada 15 pegawai yang berjasa besar dalam bidang pengarsipan. Peran kearsipan disebutkannya sangat krusial, salah satunya dalam penyelesaian sengketa empat pulau di Aceh yang terbantu oleh dokumen arsip dari tahun 1992.
"Tanpa ditemukannya dokumen penting yang tersimpan rapi sejak 1992 itu, persoalan empat pulau mungkin akan sulit diselesaikan," tandas Tito. Sebagai bentuk apresiasi, para pegawai tersebut menerima hadiah laptop untuk mendukung kinerja dan semangat mereka dalam menjaga kerapian arsip negara.
Artikel Terkait
Bhabinkamtibmas Dirikan Pesantren Gratis untuk Anak Yatim di Lembang
AHM Gelar Mudik Bareng Honda 2026, Siap Angkut 2.400 Pemudik ke Jateng dan DIY
Polri Targetkan 10 Gudang Pangan Baru dan 1.179 Pos Layanan Gizi
DPR Dukung Indonesia Bertahan di Dewan Perdamaian Meski Israel Bergabung