Tim penyelamat telah memulai operasi penggalian besar-besaran di wilayah Filipina yang terdampak Topan Fung-wong. Badai tropis ini mengakibatkan kerusakan parah di berbagai provinsi, dengan korban jiwa mencapai sedikitnya 18 orang dan memicu pengungsian massal lebih dari 1,4 juta penduduk.
Banjir besar yang semula menggenangi ratusan desa mulai menunjukkan tanda-tanda surut, memungkinkan tim evakuasi untuk menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi. Topan Fung-wong, yang dikenal penduduk setempat sebagai Topan Uwan, menjadi badai kedua yang menghantam Filipina dalam kurun waktu singkat.
Sebelum kedatangan Topan Fung-wong, negara kepulauan ini baru saja dilanda Topan Kalmaegi (disebut Topan Tino secara lokal) yang menewaskan 232 jiwa berdasarkan data resmi pemerintah Filipina. Topan Kalmaegi telah menyebabkan kerusakan signifikan di kawasan tengah negara tersebut.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Provinsi Isabela, di mana sekitar 6.000 penduduk masih kesulitan mengakses bantuan akibat terputusnya jalur transportasi. Wilayah tetangga Nueva Vizcaya juga menghadapi situasi serupa dengan beberapa daerah masih terisolasi total.
Alvin Ayson, juru bicara otoritas wilayah Cagayan Valley, mengkonfirmasi tantangan logistik yang dihadapi tim penyelamat. "Kami mengalami kesulitan mengakses wilayah-wilayah terdampak karena terhalang material tanah longsor," jelas Ayson.
Banyak pengungsi yang kini berada di pusat evakuasi diperkirakan akan menghadapi proses rekonstruksi rumah yang memakan waktu lama. Tragedi semakin lengkap dengan dikonfirmasinya korban jiwa seorang anak laki-laki berusia 10 tahun akibat tanah longsor di Nueva Vizcaya.
Artikel Terkait
DPR Setujui Hibah Jepang Rp200 Miliar untuk Kapal Patroli RI
TNI Siapkan Personel Berpengalaman untuk Misi Perdamaian di Gaza
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Sebabkan Sungai Jaletreng Tercemar, Ikan Mati
Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Peringkat Turun ke Posisi 109 Dunia