Jakarta Naik Peringkat di Global Cities Index 2025, Ini Faktor Kunci Kesuksesannya

- Senin, 10 November 2025 | 11:05 WIB
Jakarta Naik Peringkat di Global Cities Index 2025, Ini Faktor Kunci Kesuksesannya

Jakarta Naik Peringkat ke 71 dalam Global Cities Index 2025, Warga Sambut Baik

Jakarta berhasil mencatatkan peningkatan dalam Global Cities Index yang dirilis oleh lembaga konsultan internasional, Kearney. Ibu Kota Indonesia ini naik dari peringkat 74 dunia ke posisi 71, sebuah pencapaian yang disambut positif oleh warganya.

Transformasi Jakarta Didorong Kolaborasi Lintas Sektor

Peningkatan peringkat Jakarta ini tidak lepas dari berbagai transformasi dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama warga dan pihak terkait. Kolaborasi lintas sektor terbukti berhasil mendorong Jakarta menjadi kota yang lebih maju dan berdaya saing global.

Warga Apresiasi Inovasi Pelayanan Publik Digital

Tezar Aditya, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyatakan kenaikan peringkat tersebut pantas diterima Jakarta. Menurutnya, berbagai terobosan di sektor pelayanan publik telah dilakukan, termasuk digitalisasi layanan yang membuat proses administrasi lebih mudah dan praktis.

"Kenaikan peringkat kota Jakarta di Global Cities Index sangat pantas, sesuai dengan peningkatan pelayanan transportasi publik yang ekonomis dan strategis," ujar Tezar.

Ia khususnya merasakan manfaat dari infrastruktur digital seperti aplikasi Alpukat Betawi yang mempermudah pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga secara online dengan proses yang cepat.

Transportasi Umum Modern Jadi Penilaian Positif

Kharafi, warga SCBD Jakarta Selatan, menilai kehadiran moda transportasi modern seperti LRT, MRT, dan Transjakarta menjadi faktor penting yang membuat Jakarta pantas naik peringkat. Fasilitas yang bersih, nyaman, dan didukung petugas yang membantu menjadi nilai tambah bagi pengguna.

"MRT sangat membantu, bersih, banyak petugasnya. Akses kemana-mana jadi gampang. Banyak taman juga sekarang yang buka sampai malam," kata Kharafi.

Ia optimistis Jakarta bisa masuk peringkat 50 besar kota global pada 2030 dengan syarat kebersihan dijaga, polusi diatasi, dan transportasi umum disempurnakan.

Dua Dimensi Kunci Pendorong Kenaikan Peringkat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan peningkatan peringkat ini didorong oleh dua dimensi utama: Human Capital yang naik 13 peringkat dan Political Engagement yang naik 4 peringkat. Selain itu, kemajuan signifikan terlihat pada indikator data center yang naik dari peringkat 43 ke 27, serta jumlah wisatawan internasional yang melonjak dari peringkat 83 ke 58.

Partisipasi Publik Kunci Kesuksesan Transformasi Jakarta

Pramono menekankan bahwa partisipasi publik menjadi faktor kunci dalam mendorong transformasi Jakarta menuju kota modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi. "Dalam waktu singkat, lima hingga tujuh bulan, kita mampu naik tiga hingga empat tingkat. Kalau bukan karena partisipasi publik, tentu tidak akan mungkin," tegasnya.

Gubernur menegaskan bahwa kenaikan peringkat ini bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang menjadikan Jakarta sebagai kota global yang nyaman, ramah, dan kompetitif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kolaborasi dan inovasi guna menembus peringkat 50 besar pada 2030.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar