Satu Korban di ICU Menjalani Perawatan Intensif dan Persiapan Operasi Lanjutan
Berbeda dengan korban lainnya, satu pasien yang masih di ruang ICU memerlukan perhatian medis yang lebih serius. Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, memaparkan bahwa korban tersebut mengalami trauma pada saluran pencernaan dan juga menderita luka bakar yang cukup parah.
"Kondisi pasien ini sebelumnya telah menjalani prosedur bedah darurat. Karena adanya trauma pada saluran cerna dan luka bakar, kami mempersiapkan tata laksana lanjutan, termasuk rencana operasi kedua," terang dr. Muhammadi.
Lebih detail, dr. Muhammadi menyebutkan bahwa persentase luka bakar yang diderita korban mencapai sekitar 30%, yang memerlukan tindakan operasi lebih lanjut untuk penanganan yang optimal.
"Korban ini direncanakan untuk menjalani operasi kedua, khususnya untuk menangani luka bakarnya yang cukup luas, yaitu sekitar 30 persen," imbuhnya.
Dengan demikian, perhatian utama tim medis saat ini tertuju pada stabilisasi kondisi korban yang masih kritis sambil terus memantau perkembangan 14 korban lainnya yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Apresiasi Transjakarta, Kontribusi Ekonomi Capai Rp73,8 Triliun
Pameran Boneka di St. Petersburg Pikat Ratusan Perajin dan Pengunjung
Film Dokumenter Ungkap Perjuangan Pelestarian Sandiwara Sunda di Jakarta
Kebijakan Satu Arah Cipali Picu Macet 3 Km di Pantura Cirebon