Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Jakarta sebagai ibu kota dengan kualitas udara terburuk se-Indonesia. Data terbaru menunjukkan Jakarta mengalami 100 hari dengan status udara tidak sehat selama tahun 2024.
Penyebab Utama Polusi Udara Jakarta
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengidentifikasi beberapa sumber utama polusi udara:
- Emisi kendaraan bermotor yang mendominasi pencemaran
- Aktivitas pembakaran sampah secara terbuka
- Polusi dari industri dan pembangkit listrik batubara
- Debu dari kegiatan konstruksi dan jalanan
Solusi Mengatasi Krisis Polusi Udara Jakarta
Berikut strategi komprehensif untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta:
1. Transformasi Sistem Transportasi
Pengalihan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, sepeda, dan pejalan kaki. Percepatan transisi ke kendaraan listrik dan standardisasi bahan bakar rendah sulfur.
2. Kebijakan Manajemen Lalu Lintas
Penerapan zona emisi rendah, pembatasan kendaraan di pusat kota, serta optimalisasi manajemen parkir dan ruang jalan.
3. Pengendalian Emisi Industri
Pengurangan emisi dari pembangkit listrik batubara dan industri berat, disertai pengawasan ketat terhadap pembakaran sampah dan biomassa.
4. Pengembangan Ruang Terbuka Hijau
Penambahan ruang terbuka hijau, penanaman pohon jalanan, dan pengembangan vegetasi kota untuk menyaring partikel polutan.
5. Perbaikan Struktur Kota
Optimalisasi sirkulasi angin dan pencegahan 'perangkap udara' di kawasan padat melalui perbaikan struktur kota.
Implementasi langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas udara Jakarta dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat bagi warganya.
Artikel Terkait
Imlek 2026: Filosofi Warna Merah dan Kemeriahan di Jakarta
Wisatawan Jakarta Tewas Tenggelam di Pantai Ciantir Usai Abaikan Zona Bahaya
Presiden Prabowo Beri Koin Kenegaraan kepada Qari di Acara Satu Abad NU
Lima Desa Terima Apresiasi Desa Budaya 2025 di Puncak Acara di Samosir