Turun 68%! Data PPATK Ungkap Penurunan Drastis Judi Online di Era Prabowo

- Kamis, 06 November 2025 | 15:55 WIB
Turun 68%! Data PPATK Ungkap Penurunan Drastis Judi Online di Era Prabowo
Pemain Judi Online Turun 68%, Transaksi Anjlok di Era Prabowo

Pemain Judi Online Turun 68%, Transaksi Anjlok di Era Prabowo

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, mengungkapkan terjadi penurunan signifikan dalam jumlah pemain judi online (judol) yang berpenghasilan rendah. Data terbaru menunjukkan penurunan mencapai 68% pada tahun 2025.

"Jumlah total pemain secara keseluruhan dibanding tahun 2024 sebanyak 9,7 juta orang, tahun 2025 ini menjadi 3,1 juta orang atau turun -68.32%," kata Ivan Yustiavandana kepada detikcom, Kamis (6/11/2025).

Penurunan Drastis Pemain Berpenghasilan Rendah

Ivan menerangkan bahwa pemain judol berpenghasilan rendah (kurang dari Rp 5 juta per bulan) mengalami penurunan yang sangat tajam. Dari sebelumnya 6,92 juta orang pada tahun 2024, angka ini turun menjadi hanya 2,21 juta orang hingga Semester 1 tahun 2025.

Transaksi dan Deposit Judi Online Juga Anjlok

Tak hanya jumlah pemain, perputaran dana judol juga mengalami penurunan yang signifikan. Dari sebelumnya Rp 359 triliun lebih sepanjang tahun 2024, angka ini turun menjadi Rp 155 triliun hingga Kuartal III 2025, atau turun sebesar 57%.

Deposit judol dari masyarakat juga mengalami tren penurunan yang sama. Sepanjang tahun 2024, deposit mencapai Rp 51,3 triliun, sementara pada periode yang sama di tahun 2025 turun menjadi Rp 24,9 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 45%.

Kolaborasi Lembaga Kunci Keberhasilan

Ivan Yustiavandana menerangkan bahwa penurunan ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Presiden Prabowo Subianto disebutkan selalu menekankan pentingnya kolaborasi lembaga untuk melindungi masyarakat dari bahaya judi online, termasuk melalui Program Asta Cita.

Sinergi antar lembaga dinilai semakin kompak dalam memerangi judol. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) aktif menurunkan jumlah akses ke situs judol, diikuti dengan pembekuan rekening oleh PPATK serta penegakan hukum oleh aparat.

Proyeksi Penurunan Berlanjut

PPATK memproyeksikan penurunan akan berlanjut hingga akhir tahun. Perputaran dana judol diproyeksikan tidak akan lebih dari Rp 200 triliun pada akhir 2025, yang berarti turun lebih dari 50% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp 359 triliun.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar