Infrastruktur Berkelanjutan AHY: Kunci Jawab Megatren 2050 & Tingkatkan Daya Saing Indonesia

- Kamis, 06 November 2025 | 13:30 WIB
Infrastruktur Berkelanjutan AHY: Kunci Jawab Megatren 2050 & Tingkatkan Daya Saing Indonesia

AHY Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Berkelanjutan untuk Hadapi Megatren 2050

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan strategi pembangunan infrastruktur berkelanjutan sebagai kunci menjawab megatren global 2050 dan meningkatkan daya saing Indonesia. Pembangunan infrastruktur dinilai tidak hanya mendongkrak efisiensi ekonomi, tetapi juga menjadi pondasi untuk pemerataan kesejahteraan sosial di seluruh Tanah Air.

Infrastruktur Sebagai Tulang Punggung Konektivitas dan Kesejahteraan

AHY menegaskan bahwa akses terhadap air bersih, jalan, dan energi adalah penentu utama kualitas hidup masyarakat dan keberlangsungan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pernyataannya, AHY menyatakan, No water, no life. Road will open opportunity. Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan, bukan hanya untuk meningkatkan perekonomian, melainkan juga untuk menghubungkan masyarakat, membuka akses, dan menghadirkan kesejahteraan di seluruh wilayah. Pernyataan ini disampaikan dalam Kuliah Umum untuk Peserta P3N XXVI dan Personel Lemhannas di Jakarta.

Antisipasi Tantangan Global 2050: Limited Supply vs Unlimited Demand

Lebih lanjut, AHY mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan berbagai tantangan global menuju 2050. Ia memperingatkan potensi krisis akibat pertumbuhan penduduk yang pesat dan keterbatasan sumber daya alam. Kita akan menghadapi unlimited demand but limited supply. Penduduk dunia akan terus bertambah, sementara sumber daya alam tidak bertambah. Artinya, kita harus lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan dalam mengelola sumber daya yang ada, ujarnya.

Transformasi Digital dan Tantangan Kesiapan SDM di Era AI

Selain isu sumber daya, AHY menyoroti dampak besar kemajuan teknologi, khususnya Kecerdasan Buatan (AI), terhadap tatanan sosial dan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal. Teknologi, termasuk AI, ibarat pedang bermata dua. Ia bisa mempercepat kemajuan, tapi juga bisa menimbulkan tantangan baru, terutama bagi lapangan kerja. Karena itu, kita harus menyiapkan SDM yang adaptif, kreatif, dan kritis, tegas AHY.

Lima Pilar Pembangunan Nasional Menjawab Tantangan Masa Depan

Sebagai roadmap strategis, AHY memaparkan lima pilar utama pembangunan nasional yang saling terhubung:

  1. Pembangunan Manusia
  2. Transformasi Digital
  3. Infrastruktur Hijau dan Tangguh
  4. Ekonomi yang Kompetitif dan Inklusif
  5. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

AHY menjelaskan, Infrastruktur tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan digitalisasi, SDM unggul, dan tata kelola yang bersih.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan yang Efektif

Sebagai penutup, AHY menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan. Tidak ada satu lembaga pun yang bisa menghadapi tantangan ini sendirian. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sangat penting. Kita harus bekerja bersama, saling menguatkan, agar pembangunan benar-benar membawa manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar