DKI Jakarta Gelar Modifikasi Cuaca Antisipasi Banjir, Wibi Andrino: Langkah Cepat dan Taktis
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, memberikan dukungan penuh terhadap rencana Pemprov DKI Jakarta melakukan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi potensi banjir akibat hujan ekstrem dan limpasan air dari wilayah hulu. Langkah ini dinilai sebagai antisipasi penting menghadapi puncak musim hujan.
Antisipasi Titik Rawan Kemacetan dan Genangan
Wibi Andrino juga meminta pemerintah provinsi mengantisipasi kemacetan parah di daerah rawan banjir Jakarta. Ia mengungkit peristiwa kemacetan panjang di Jalan Kemang Raya dan Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, saat hujan deras beberapa waktu lalu.
"Sinkronisasi antardinas, kesiapan pompa, dan rekayasa lalu lintas harus berjalan bersamaan. Harus ada komandan utama yang mengoordinasikan semuanya," tegas politisi NasDem DKI Jakarta ini.
Jadwal Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta
Berdasarkan rencana resmi, operasi modifikasi cuaca Jakarta akan dilaksanakan pada periode 5-10 November 2025. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan langkah ini sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
BMKG memprediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi akan terjadi mulai awal November hingga Februari. Teknologi modifikasi cuaca digunakan untuk mengatur distribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah rawan genangan, khususnya Jakarta Selatan dan Timur yang menjadi daerah limpasan dari Bogor, Depok, dan Puncak.
Antisipasi Banjir Rob dan Kesiapan Infrastruktur
Selain ancaman banjir dari hujan ekstrem, Jakarta juga mewaspadai potensi banjir rob di kawasan pesisir utara akibat fenomena pasang maksimum air laut. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI telah menyiapkan tujuh rumah pompa dan sejumlah pintu air baru di kawasan pesisir sebagai bagian dari sistem drainase Jakarta yang lebih tangguh.
Artikel Terkait
Prabowo Paparkan Dampak Nyata Bergabung dengan Board of Peace untuk Gaza
Fraksi Golkar Dorong Obligasi Daerah untuk Perluas Ruang Fiskal dan Cegah Korupsi
Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital Diperpanjang hingga Februari 2026
KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Banjarmasin Tersangka Suap Restitusi Pajak