Munas MUI ke-11 2025: Bahas Fatwa Rekening Dormant hingga Sikap Tegas Dukung Palestina

- Selasa, 04 November 2025 | 17:10 WIB
Munas MUI ke-11 2025: Bahas Fatwa Rekening Dormant hingga Sikap Tegas Dukung Palestina

Munas MUI ke-11: Bahas Fatwa Rekening Dormant hingga Sikap Tegas Dukung Palestina

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjadwalkan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 pada 20-23 November 2025. Acara yang akan berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Agenda Penting Munas MUI: Serangkaian Fatwa Baru

Munas MUI kali ini akan membahas sejumlah topik penting untuk penerbitan fatwa baru. Beberapa isu fokus yang akan dikaji meliputi:

  • Manfaat polis asuransi jiwa syariah
  • Pengelolaan sampah untuk kemaslahatan umum
  • Konsep pajak berkeadilan
  • Hukum uang elektronik yang hilang atau rusak
  • Regulasi rekening dormant (tak aktif)

Rekening Dormant dan Potensi Moral Hazard

Ketua Umum Steering Committee Munas XI, Masduki Baidlowi, menekankan pentingnya pembahasan rekening dormant. Ia menjelaskan bahwa rekening ini dapat menjadi tidak aktif karena tidak digunakan pemiliknya atau hanya dijadikan tabungan tanpa penarikan.

"Apakah rekening yang sekadar inaktif itu bisa langsung ditutup atau ada tata kelola baru sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan destruktif," jelas Masduki mengenai urgensi fatwa tersebut.

Komitmen Konsisten Indonesia untuk Palestina

Selain pembahasan fatwa, Munas MUI juga akan menguatkan sikap terhadap isu Palestina. Masduki menegaskan komitmen Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

"Tidak banyak negara yang se-istiqomah dan sekonsisten seperti Indonesia. Two-state solution menjadi syarat mutlak dukungan kami terhadap siapapun, asalkan Palestina merdeka," tegasnya.

Apresiasi terhadap Pemerintah dan Masyarakat Sipil

Sekjen MUI Amirsyah Tambunan turut memberikan apresiasi terhadap sikap pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia juga menyoroti peran serta masyarakat sipil dan organisasi kemasyarakatan dalam menghimpun bantuan untuk Palestina.

Amir berharap pihak-pihak yang sebelumnya bersikap netral dapat segera bergabung mendukung nilai-nilai kemanusiaan di Gaza dan Palestina.

Komentar