Hingga laporan ini diterbitkan, kondisi para korban terus dipantau. Yudi Santosa memberikan update terbaru bahwa jumlah korban yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit telah berkurang.
"Saat ini, total korban yang masih dirawat tersisa 5 orang. Rinciannya adalah 1 orang di RS Hermina, 3 orang di RSUD Cileungsi, dan 1 orang di RS Graha Kenari. Sementara itu, korban dengan luka ringan yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit lainnya telah dipulangkan," jelas Yudi.
Kronologi Kejadian Atap Ambruk
Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Heri Sadewo, Kepala Desa Wanaherang, mengonfirmasi bahwa ada tiga ruang kelas yang atapnya ambruk. Saat kejadian, hujan sedang turun dengan sangat deras.
"Dari tiga kelas yang ambruk, satu kelas dalam kondisi kosong karena sedang digunakan untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan. Hanya dua kelas yang sedang digunakan untuk proses belajar mengajar saat atap tersebut runtuh," ujar Heri, menggambarkan situasi yang beruntung karena tidak semua kelas terisi penuh.
Insiden atap ambruk di sekolah ini menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur pendidikan. Investigasi lebih lanjut diperkirakan akan dilakukan untuk menentukan penyebab pasti runtuhnya atap tersebut.
Artikel Terkait
Bea Cukai Malang Dampingi Perusahaan Lokal Percepat Perizinan Cukai
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Volume Kendaraan Tembus Rekor
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global