Israel Desak Lebanon Penuhi Komitmen Pelucutan Senjata Hizbullah, Ancam Intensifkan Serangan

- Minggu, 02 November 2025 | 16:15 WIB
Israel Desak Lebanon Penuhi Komitmen Pelucutan Senjata Hizbullah, Ancam Intensifkan Serangan

Israel Desak Lebanon Penuhi Komitmen Pelucutan Senjata Hizbullah

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara resmi mendesak pemerintah Lebanon untuk memenuhi komitmennya dalam melucuti senjata Hizbullah dan mengusir kelompok tersebut dari wilayah Lebanon selatan. Desakan ini disampaikan seiring dengan serangan berkelanjutan yang dilancarkan Israel terhadap Hizbullah.

Korban Jiwa dalam Serangan Terbaru Israel

Berdasarkan pernyataan resmi militer Israel, sebanyak empat anggota Hizbullah dilaporkan tewas dalam serangan terbaru yang terjadi pada Sabtu malam. Israel juga mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan meningkatkan intensitas serangan jika proses pelucutan senjata Hizbullah terus berjalan lamban.

Pernyataan Tegas Menteri Pertahanan Israel

Menteri Pertahanan Israel Katz menyampaikan kritiknya dengan pernyataan, "Hizbullah bermain api, dan presiden Lebanon lamban." Ia menegaskan kembali bahwa komitmen pemerintah Lebanon untuk melucuti Hizbullah harus segera diwujudkan. Katz menambahkan, "Penegakan hukum secara maksimal akan terus berlanjut dan bahkan diintensifkan. Kami tidak akan membiarkan ancaman apa pun terhadap penduduk di utara."

Latar Belakang Gencatan Senjata 2024

Konflik ini terjadi pasca gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat pada November 2024. Gencatan senjata tersebut berhasil menghentikan permusuhan selama lebih dari setahun yang dipicu oleh perang di Gaza. Namun, serangan sporadis Israel di perbatasan terus terjadi setelahnya.

Isi Kesepakatan dan Tekanan Internasional

Berdasarkan butir kesepakatan gencatan senjata November 2024, Lebanon menyepakati bahwa hanya pasukan keamanan negara yang diizinkan membawa senjata di wilayahnya. Klausul ini secara implisit berarti pelucutan senjata Hizbullah secara penuh. Sejak saat itu, Lebanon mendapat tekanan internasional, termasuk dari AS, Arab Saudi, dan rival domestik Hizbullah, untuk segera melucuti kelompok tersebut.

Respons dan Tantangan dari Pihak Lebanon

Di sisi lain, sebuah sumber militer Lebanon mengungkapkan bahwa mereka telah meledakkan banyak gudang senjata Hizbullah. Namun, mereka juga mengakui harus bertindak hati-hati untuk mencegah eskalasi dan peningkatan ketegangan di dalam negeri Lebanon sendiri.

Komentar