I Gusti Ketut Pudja: Teladan Kebhinekaan untuk Indonesia Emas 2045

- Sabtu, 01 November 2025 | 17:10 WIB
I Gusti Ketut Pudja: Teladan Kebhinekaan untuk Indonesia Emas 2045

Peran I Gusti Ketut Pudja dan Teladan Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan bahwa bangsa Indonesia telah lama hidup dalam keberagaman dan kemajemukan. Nilai-nilai kebhinekaan ini telah menjadi fondasi sejak persiapan kemerdekaan Indonesia, tercermin dalam keanggotaan lembaga-lembaga penting seperti BPUPKI, Panitia Sembilan, dan PPKI.

Kebhinekaan sebagai Pemersatu Bangsa

Menurut HNW, keberagaman bukanlah alat untuk perpecahan, perdebatan, atau konflik. Sebaliknya, kemajemukan justru digunakan untuk menciptakan harmoni, toleransi, serta solusi yang menyatukan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika. Prinsip inilah yang menjadi kunci kesepakatan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara.

I Gusti Ketut Pudja: Tokoh Bali dalam Sejarah Kemerdekaan

Salah satu tokoh kunci yang sering terlupakan adalah I Gusti Ketut Pudja, anggota PPKI asal Provinsi Bali. Putra Bali pertama yang meraih gelar Meester in de Rechten (sarjana hukum) ini turut serta dalam:

  • Menyepakati Pancasila versi final tanggal 18 Agustus 1945
  • Penyusunan Undang-Undang Dasar 1945
  • Kehadiran dalam pembacaan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945

Atas kontribusinya, I Gusti Ketut Pudja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden SBY pada tahun 2011.

Warisan Nilai Kebangsaan untuk Generasi Masa Depan

HNW menyampaikan hal ini dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang bekerja sama dengan DPW PKS Provinsi Bali. Ia menekankan bahwa partai politik di Bali, termasuk PKS Bali, harus melanjutkan peran sejarah para pendiri bangsa dengan menghilangkan sekat-sekat perbedaan.

Keberagaman latar belakang para pendiri bangsa - dari pendidikan umum hingga pesantren, dalam dan luar negeri, berbagai partai politik dan organisasi masyarakat - justru menghasilkan solusi terbaik bagi dasar negara dan konstitusi Indonesia.

Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Empat Pilar

HNW menegaskan bahwa tantangan sejarah saat ini adalah melanjutkan warisan empat pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai ini menjadi kunci sukses menuju Indonesia Emas 2045, dimana generasi muda diharapkan dapat menjadi solusi dan meneruskan keteladanan kenegarawanan para pendiri bangsa.

Keunikan Indonesia dalam memiliki lembaga negara yang mensosialisasikan nilai-nilai kehidupan berbangsa juga mendapat apresiasi internasional, termasuk dari PBB di Jenewa. Melalui sosialisasi ini, rakyat Indonesia tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga tujuan besar negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Komentar