Banjir di Jonggol Bogor: 84 Orang Mengungsi, Tanggul Sungai Cipatujah Jebol
Banjir kembali melanda Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol. Peristiwa ini terjadi pada Jumat petang (31/10) dan menyebabkan sebanyak 84 orang harus mengungsi dari rumah mereka.
Penyebab Banjir di Desa Sukamanah Jonggol
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, banjir di Jonggol ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi. Curah hujan yang lebat menyebabkan peningkatan volume debit air Sungai Cipatujah yang berujung pada jebolnya tanggul sungai. Akibatnya, air meluap dan membanjiri pemukiman warga di Kampung Rawa Bebek.
Dampak dan Korban Banjir Jonggol
Banjir yang melanda pemukiman warga ini mencapai ketinggian yang bervariasi, mulai dari 50 cm hingga 1 meter. Data dari BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan total warga yang terdampak mencapai 232 jiwa dari 58 keluarga. Rincian korban yang mengungsi adalah:
- 58 orang dewasa
- 25 anak-anak
- 1 lansia
Selain pengungsian, bencana ini juga menyebabkan dua warga mengalami luka-luka. Satu korban dengan luka ringan bahkan harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Lokasi Pengungsian dan Kondisi Terkini
Para pengungsi saat ini ditampung sementara di sebuah ruko kantor perusahaan yang terletak di sekitar lokasi kejadian. Kabar baiknya, banjir di Desa Sukamanah telah mulai surut. Meski demikian, pihak berwenang menyatakan bahwa penanganan lebih lanjut masih sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi warga dan wilayah yang terdampak.
Informasi ini penting bagi warga sekitar Bogor dan Jonggol untuk tetap waspada terhadap potensi bencana banjir di musim penghujan, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai.
Artikel Terkait
Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Flyover Pesing, Macet Parah Arah Cengkareng
Prabowo Setujui Penambahan Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit pada 2027
Imigrasi Pastikan Paspor Berserakan di BSD Bukan Milik Jemaah Haji Aktif, Melainkan Dokumen Bekas
Kemendiktisaintek Bentuk Tim Investigasi Usut Dugaan Pemalsuan Riset Empat WNI di Forum Internasional