Gubernur Jatim Khofifah Hadiri Tanwir IMM ke-33 di UMM, Tekankan Sinergi Kolektif Pemuda
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-33 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10). Forum nasional bertema 'Energi Kolektif untuk Negeri' ini diikuti ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia.
Pentingnya Sinergi Kolektif Pemuda untuk Masa Depan Indonesia
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya sinergi kolektif antar pemuda, lintas organisasi, dan elemen bangsa untuk membangun masa depan Indonesia yang berdaya dan berkeadaban. Menurutnya, Tanwir IMM bukan sekadar forum organisasi, tetapi wadah menyiapkan pemimpin strategis bangsa yang siap menggerakkan perubahan.
"Saya rasa ini sangat penuh makna bagaimana IMM menyiapkan masa depan. Terutama dengan membangun sinergi untuk bersama-sama secara kolektif membangun negeri. Menurut saya ide yang luar biasa," ujar Khofifah.
Persaudaraan Muhammadiyah dan NU yang Kuat
Khofifah juga menyoroti persaudaraan antara Muhammadiyah dan NU yang sudah terjalin sejak lama. Menurutnya, ijazah atau sanad keilmuan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari sama-sama diberikan kepada umat Islam di Indonesia.
"Yang ingin saya sampaikan adalah persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu kuat. Maka antara pilar-pilar bangsa ini harus membangun persaudaraan, persatuan, kebersamaan dalam berbagai program," katanya.
Green Democracy dan Peran Pemuda dalam Politik
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin yang hadir sebagai narasumber memperkenalkan konsep Green Democracy. Konsep ini diasosiasikan dengan sesuatu yang segar, tumbuh, dan berkesinambungan.
"Green Democracy juga berarti negara harus memastikan bahwa demokrasi terus hidup dan pro-youth. Maka, anak muda jangan takut masuk ke dunia politik," ungkap Sultan.
ESDM: Masa Depan Bangsa di Tangan Pemuda
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kedatangannya karena dua alasan fundamental. Pertama, karena masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda yang berproses dan menyiapkan diri.
"IMM adalah salah satu organisasi sebagai sumber penyiapan anak bangsa untuk kelak menjadi pemimpin bangsa. Dan alasan kedua saya adalah karena temanya menyangkut energi," terang Bahlil.
Di akhir, Bahlil mengingatkan agar mahasiswa perlu membangun diskursus yang baik di tengah fase keterbukaan informasi, sehingga dapat menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Artikel Terkait
Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok di Cengkareng, Cekcok Senggolan Motor Berujung Maut
Kelompok Cipayung Plus Desak Presiden Evaluasi Kepala BGN Imbas Boros Anggaran dan Dugaan Cacat Prosedur
Fraksi Golkar Dukung Pelibatan TNI dalam Pembekalan Nasionalisme bagi Mahasiswa LPDP
BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Mulai Masuk Musim Kemarau pada Mei 2026