Serakahnomic: Wamenos Agus Jabo Serukan Bersatu Lawan Akar Ketimpangan Sosial
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu melawan Serakah Ekonomi atau yang dikenal dengan istilah 'Serakahnomic'. Sistem ini disebut-sebut sebagai akar masalah ketimpangan sosial di Indonesia yang harus segera diatasi.
Pernyataan Tegas Wamenos di Diskusi Uniba
"Kalau Indonesia mau maju, adil, dan makmur, ya kita harus bersatu, bergotong-royong, mengenyahkan Serakahnomic ini," tegas Agus Jabo dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025). Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara Diskusi Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Universitas Bina Bangsa (Uniba), Serang, Banten.
Tiga Unsur Utama Serakahnomic yang Mengancam
Agus Jabo memaparkan bahwa Serakahnomic terdiri dari tiga unsur utama yang saling menguatkan, yaitu:
- Imperialisme
- Oligarki
- Birokrasi korup
Ketiga unsur ini disebut menjadi penghalang utama terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur menurut pandangan pemerintah.
Solusi Mengatasi Serakahnomic Menurut Agus Jabo
Menurut Wamenos, satu-satunya jalan keluar dari belenggu Serakahnomic adalah dengan menjalankan Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten. Prinsip pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat harus kembali menjadi pijakan utama pembangunan nasional.
"Apa yang menjadi sumber daya alam Indonesia itu, betul-betul mulai sekarang digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan hanya untuk kemakmuran segelintir orang," jelas Agus Jabo dengan tegas.
Apresiasi untuk Peran Mahasiswa
Agus Jabo juga memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Uniba, yang mulai mengkaji isu serakahnomic secara kritis. "Maju terus, mari kita bersatu dan enyahkan Serakahnomic," ajaknya kepada para mahasiswa yang hadir.
Optimisme Menuju Indonesia yang Lebih Adil
Wamenos menutup pernyataannya dengan optimisme, meyakini bahwa jika bangsa Indonesia mampu menghapus praktik Serakahnomic, maka cita-cita keadilan sosial akan terwujud. Visi Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dengan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi dapat tercapai.
Komitmen Kemensos untuk Wong Cilik
Selaras dengan upaya melawan Serakahnomic, Kemensos terus memperkuat keberpihakan kepada wong cilik melalui berbagai program seperti Sekolah Rakyat, Program Keluarga Harapan (PKH)-Sembako, dan bantuan sosial berbasis pemberdayaan sesuai arah kebijakan kerakyatan Presiden Prabowo Subianto.
Acara diskusi ini juga dihadiri oleh Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, Rektor Universitas Bina Bangsa Prof. Bambang Dwi Suseno, serta para mahasiswa Uniba yang antusias mengikuti refleksi satu tahun pemerintahan.
Artikel Terkait
Menag: Borobudur Bukan Sekadar Warisan Budaya, Tapi Kitab Spiritual yang Hidup
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain
PSG Ungguli Bayern Munich di Babak Pertama Berkat Gol Cepat Dembele
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Surabaya 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.13 WIB, Magrib 17.24 WIB