Challenge Makan Cabai dan Dimasukkan Freezer, Pria di Depok Jadi Tersangka Penganiayaan Anak

- Senin, 20 Juli 2026 | 19:50 WIB
Challenge Makan Cabai dan Dimasukkan Freezer, Pria di Depok Jadi Tersangka Penganiayaan Anak

Seorang pria bernama David alias Abang David ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap dua bocah berusia 7 tahun di Cimanggis, Depok. Polisi menemukan unsur kesengajaan dalam aksi yang diklaim sebagai challenge tersebut hingga membahayakan korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan, tersangka awalnya memberikan tantangan kepada kedua korban untuk memakan cabai dalam jumlah tertentu. Setelah itu, korban dimasukkan ke dalam freezer. "Ya, memang awalnya memberikan challenge ya. Menurut keterangan tersangka seperti itu, memberikan challenge. Cuma kan kita menemukan ada unsur kesengajaan dia untuk si anak ini disuruh makan cabai berapa buah atau berapa biji. Kemudian dimasukkan lah ke dalam freezer gitu. Jadi ya penyidik meyakini bahwa ini memenuhi unsur untuk terutama nanti kita juga udah mendapatkan hasil psikologis visum dari si anak ini," ujar AKBP Made saat dihubungi wartawan, Senin (20/7/2026).

Polisi menyatakan motif tersangka adalah usil dan iseng, namun fakta di lapangan menunjukkan challenge yang dilakukan sangat membahayakan. "Iya itu (motifnya). Karena memang menurut keterangan tersangka seperti itu. Usil dan isengnya saya nggak bisa mem-judge seperti itu, cuman fakta itu dilakukan sama si tersangka. Cuman challenge itu dilakukan. Nah itu kan sangat membahayakan, ya. Sangat membahayakan kondisi dari korban," tuturnya.

David saat ini telah ditahan di Polsek Cimanggis untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan. "Jadi, untuk laporan ataupun peristiwa tersebut sudah kita tanganin dan kelola dengan baik. Dan proses dari tersangka tersebut sudah kita lakukan upaya paksa yaitu penahanan. Dan kita akan segera lakukan pemberkasan dan kita limpahkan ke penuntut umum," jelas AKBP Made.

Akibat peristiwa itu, kedua korban mengalami gangguan psikis dan luka-luka. "Tentu korban mengalami gangguan ataupun psikis yang luar biasa, dan juga di sana juga kita dapat lihat bahwa korban ada mengalami sedikit luka-luka," ungkapnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags