PAM JAYA mencatat langkah baru dalam hubungan industrial. Tiga serikat pekerja di perusahaan daerah itu sepakat bergabung dalam satu wadah, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan pada 8 Juli 2026. Langkah ini diyakini memperkuat dukungan terhadap transformasi perusahaan dan target pelayanan air minum bagi seluruh warga Jakarta.
Direktur Utama PAM JAYA, Fachmi, menegaskan komitmen perusahaan menjaga hubungan industrial yang harmonis. "Kami berkomitmen menjaga hubungan industrial yang harmonis dan terus membangun kolaborasi dengan seluruh pihak demi terciptanya produktivitas serta lingkungan kerja yang kondusif," ujarnya.
Fachmi menambahkan, penggabungan Serikat Pekerja Air Jakarta (SPAJ) ke dalam Serikat Pekerja PDAM Jakarta merupakan wujud semangat kebersamaan. "Kami percaya, semakin solid serikat pekerja, semakin kuat pula dukungan terhadap transformasi PAM JAYA dan target pelayanan air minum bagi seluruh warga Jakarta," kata Fachmi.
Ketua PUK SPDT FSPMI PAM JAYA, Dwy Wisnu Bagus Priyanto, menyebut Union Gathering yang digelar menjadi momentum penting. "Kami mendukung penuh seluruh program strategis yang dijalankan manajemen PAM JAYA, khususnya dalam upaya mencapai target 100 persen cakupan pelayanan air minum bagi warga Jakarta. Kemajuan perusahaan juga menjadi bagian dari kesejahteraan seluruh pekerja," kata Wisnu.
Senada, Ketua SPAJ, Hari Kusmanto, menilai hubungan harmonis antara perusahaan dan pekerja merupakan fondasi penting. Menurutnya, sinergi dan konsolidasi yang terus dijaga akan menjadi kekuatan bersama dalam mendukung kemajuan PAM JAYA.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dirut PAM Jaya Dinilai Mendahului Hasil Investigasi Kecelakaan Kerja
PAM JAYA Lakukan Perawatan IPA Hutan Kota, 55 Ribu Pelanggan Terdampak
PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke PT Moya Buntut Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong
Pemprov DKI Pastikan Pasokan Air Bersih Aman saat Puncak Kemarau Agustus 2026