BI Catat Kinerja Manufaktur Kuartal II-2026 Masih Ekspansif, Meski Melambat

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:50 WIB
BI Catat Kinerja Manufaktur Kuartal II-2026 Masih Ekspansif, Meski Melambat

Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja industri pengolahan atau manufaktur pada kuartal II-2026 tetap berada di fase ekspansi, meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Indeks PMI-BI tercatat sebesar 51,43 persen, turun dari 52,03 persen pada kuartal I-2026.

Mayoritas komponen pembentuk PMI-BI masih berada di zona ekspansi, termasuk Volume Produksi, Volume Usaha Industri Pengolahan, Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan. Dari sisi sublapangan usaha, sebagian besar juga mencatatkan ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, serta Industri Barang Galian Bukan Logam.

Volume Produksi pada kuartal II-2026 tercatat 53,81 persen, sedikit lebih rendah dari 54,07 persen pada kuartal sebelumnya. BI menyebut terjaganya volume produksi didukung oleh permintaan masyarakat yang masih kuat, tercermin dari volume total pesanan yang tetap ekspansif, tingginya persediaan barang jadi, serta ketersediaan sarana produksi. Untuk kuartal III-2026, volume produksi diprakirakan meningkat dengan indeks 54,33 persen.

Volume Total Pesanan pada kuartal II-2026 berada di angka 52,77 persen, lebih rendah dari 53,20 persen pada kuartal I. Meski melambat, komponen ini masih dalam fase ekspansi, ditopang oleh kecukupan barang yang tercermin dari tingginya persediaan barang jadi. Pada kuartal III-2026, volume total pesanan diprakirakan naik menjadi 53,66 persen.

Di sisi lain, komponen Kecepatan Penerimaan Barang Input masih berada di zona kontraksi dengan indeks 47,46 persen, lebih rendah dari 49,06 persen pada kuartal sebelumnya. Namun, BI memproyeksikan perbaikan pada kuartal III-2026 menjadi 48,88 persen.

Volume Persediaan Barang Jadi pada kuartal II-2026 tercatat 53 persen, turun dari 54,43 persen, namun masih ekspansif sejalan dengan volume produksi. Kinerja ini diprakirakan berlanjut pada kuartal III-2026 dengan indeks meningkat menjadi 53,67 persen.

Komponen Jumlah Tenaga Kerja justru mencatatkan kontraksi dengan indeks 48,65 persen, lebih rendah dari 48,76 persen pada kuartal sebelumnya. Meski demikian, pada kuartal III-2026 penggunaan tenaga kerja diprakirakan membaik dengan indeks 49,70 persen, meski masih di bawah ambang batas ekspansi.

Berdasarkan sublapangan usaha, kinerja PMI-BI pada kuartal II-2026 didorong oleh sejumlah sektor yang meningkat dan berada di fase ekspansi. Indeks tertinggi dicatat Industri Mesin dan Perlengkapan (58,24 persen), disusul Industri Makanan dan Minuman (54,05 persen), Industri Logam Dasar (53,59 persen), serta Industri Barang Galian Bukan Logam (53,22 persen).

Untuk kuartal III-2026, BI memproyeksikan kinerja industri pengolahan tetap ekspansif dengan PMI-BI sebesar 52,32 persen. Mayoritas sublapangan usaha diprakirakan masih berada di fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan (56,62 persen), diikuti Industri Pengolahan Tembakau (56 persen), Industri Logam Dasar (55,87 persen), serta Industri Alat Angkutan (55,44 persen).

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags