Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah sejumlah stasiun televisi nasional menolak menyiarkan pidato terbarunya yang membahas keamanan pemilu. Ia pun mengancam akan mencabut izin siaran media yang dianggapnya terlibat dalam konspirasi pencurian suara.
Dalam pidato yang disampaikan dari Gedung Putih pada Kamis (16/7) malam waktu setempat, Trump secara terbuka mengecam NBC dan ABC News dua dari tiga jaringan televisi utama AS yang tidak menayangkan pidatonya melalui saluran utama. CNN juga ikut tidak menyiarkan pidato yang disampaikan pada jam tayang utama itu.
"Dalam langkah yang tergolong langka, NBC dan ABC media penyebar berita palsu sama-sama mengatakan mereka tidak akan meliput pidato ini," kata Trump, seraya menuding media-media itu terlibat dalam konspirasi. "Kecurangan seperti ini seharusnya berujung pada pencabutan lisensi mereka."
Trump juga menyoroti penggunaan gelombang siaran publik yang menurutnya tidak dibayar oleh stasiun televisi. "Mereka menggunakan gelombang siaran publik kita, yang bernilai miliar dolar, tanpa biaya sama sekali. Mereka tidak membayar sepeser pun," cetusnya.
Pidato yang disampaikan empat bulan menjelang pemilu sela November mendatang itu memang difokuskan pada isu keamanan pemilu. Namun, tuduhan Trump tentang konspirasi media tidak disertai bukti. Dua dari tiga jaringan utama AS, NBC dan ABC News, memutuskan untuk tidak menyiarkan pidato tersebut melalui saluran siaran utama mereka, demikian dilaporkan Reuters. AFP juga mengonfirmasi bahwa Trump melontarkan tuduhan tanpa dasar itu dalam pidatonya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu