Presiden Amerika Serikat Donald Trump menonaktifkan seorang operator teleprompter yang telah bekerja untuknya sejak 2016 di Gedung Putih. Langkah ini diambil setelah terungkap bahwa Gabriel Perez diduga memasang taruhan di pasar prediksi terkait isi pidato Trump.
Menurut laporan ABC News yang dikutip AFP, Perez meraup keuntungan lebih dari US$ 100.000 (setara Rp 1,7 miliar) melalui taruhan di platform Kalshi. Kalshi merupakan pasar prediksi yang menggunakan mekanisme keuangan mirip perdagangan saham, berbeda dengan pasar taruhan biasa.
"Saya mengetahui laporan tersebut, begitu pula Presiden. Saya telah berbicara dengannya mengenai hal itu. Dia menganggap kejadian ini sangat disayangkan dan, terus terang, memalukan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada wartawan.
Leavitt menegaskan bahwa Gedung Putih memiliki pedoman etika yang ketat yang secara eksplisit melarang tindakan semacam itu. "Ada pedoman etika yang sangat ketat di Gedung Putih yang secara eksplisit melarang tindakan semacam ini," tegasnya.
Akibat perbuatannya, Perez dikenai sanksi penonaktifan atau skorsing administratif tanpa upah. "Dia tidak akan lagi bekerja di Gedung Putih," ujar Leavitt, seraya menambahkan bahwa keputusan tersebut berasal langsung dari presiden. "Itu merupakan keputusan presiden. Jadi menurut saya, hal itu sudah jelas dengan sendirinya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Trump Tuding China Intervensi Pilpres AS 2020, Sebut 220 Juta Berkas Pemilih Dikuasai Asing
Trump Klaim Kemenangan di Iran Segera Terlihat, Serangan Meluas
Operator Teleprompter Trump Diskors karena Diduga Bertaruh pada Isi Pidato
Trump Frustrasi Operasi Militer di Iran Makin Rumit, Ancaman Tingkatkan Serangan