Empat awak kapal angkatan laut Kuwait mengalami luka-luka setelah kapal mereka terkena serangan rudal dan drone Iran di Selat Hormuz. Pemerintah Kuwait mengecam serangan itu sebagai agresi keji.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan, menyatakan bahwa serangan Iran pada Selasa (14/7) menargetkan fasilitas vital dan sipil. "Agresi Iran yang keji tersebut mengakibatkan penargetan sejumlah fasilitas vital dan sipil, dan jatuhnya pecahan peluru di beberapa lokasi di seluruh negeri, yang menyebabkan kerusakan material," ujarnya.
Al-Atwan menambahkan bahwa kapal perang Kuwait ikut menjadi sasaran. "Salah satu kapal angkatan laut milik Angkatan Laut Kuwait juga menjadi sasaran, mengakibatkan cedera pada empat anggota angkatan bersenjata," imbuhnya.
Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terbaru terhadap Iran, menandai eskalasi baru dalam konflik kedua negara.
Artikel Terkait
Empat Awak Kapal AL Kuwait Terluka Akibat Serangan Iran di Selat Hormuz
Dua Pelaut India Tewas dalam Serangan di Selat Hormuz, IMO Kecam Keras
Trump Umumkan Tarif 20% untuk Kargo yang Melintasi Selat Hormuz saat Blokade
AS Desak Iran Akui Kesalahan dan Hentikan Serangan di Selat Hormuz