Empat awak kapal angkatan laut Kuwait mengalami luka-luka setelah kapal mereka terkena serangan rudal dan drone Iran di Selat Hormuz. Pemerintah Kuwait mengecam serangan itu sebagai agresi keji.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan, menyatakan bahwa serangan Iran pada Selasa (14/7) menargetkan fasilitas vital dan sipil. "Agresi Iran yang keji tersebut mengakibatkan penargetan sejumlah fasilitas vital dan sipil, dan jatuhnya pecahan peluru di beberapa lokasi di seluruh negeri, yang menyebabkan kerusakan material," ujarnya.
Al-Atwan menambahkan bahwa kapal perang Kuwait ikut menjadi sasaran. "Salah satu kapal angkatan laut milik Angkatan Laut Kuwait juga menjadi sasaran, mengakibatkan cedera pada empat anggota angkatan bersenjata," imbuhnya.
Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terbaru terhadap Iran, menandai eskalasi baru dalam konflik kedua negara.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Trump Desak Iran Menyerah, Teheran Balas dengan Ejekan
Iran Sebut Trump Berkhayal Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Iran Kunci Selat Hormuz Sampai AS Penuhi Komitmen Nota Kesepahaman