Astra Honda Motor: Ekosistem Bisnis Libatkan Hampir 3 Juta Keluarga

- Rabu, 15 Juli 2026 | 05:36 WIB
Astra Honda Motor: Ekosistem Bisnis Libatkan Hampir 3 Juta Keluarga

Memasuki usia ke-55 tahun investasi di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan bahwa bisnis mereka bukan sekadar menjual sepeda motor, melainkan membangun ekosistem yang menghidupi jutaan masyarakat. Executive Vice President AHM, Thomas Wijaya, mengungkapkan bahwa selama beroperasi, perusahaan telah melayani lebih dari 100 juta konsumen.

"Perekonomian membantu berkontribusi, ini dua hal, satu terhadap konsumen ataupun masyarakat di luar, tapi juga membantu stakeholder di dalam industri two wheeler ataupun khususnya industri sepeda motor," kata Thomas dalam acara AHM, Jumat (10/6/2026).

Dampak bisnis AHM meluas hingga ke jutaan keluarga. Thomas menyebutkan, ekosistem dari hulu ke hilir kini melibatkan sekitar 2 hingga 3 juta keluarga. "Jadi industri ini sangat bermanfaat dan berarti bagi hampir 3 juta keluarga yang terlibat dan terdampak langsung dari industri sepeda motor Honda," ujarnya.

Menurut Thomas, besarnya keterlibatan sumber daya lokal membuat industri ini layak disebut sebagai bagian dari industri nasional. Ia menyoroti kuatnya ekosistem yang terbentuk, mulai dari pemasok komponen hingga jaringan distribusi dan layanan purna jual.

Selain di sisi produksi, bisnis AHM juga didukung lebih dari 1.000 jaringan penyalur resmi, 3.000 gerai bengkel, serta sekitar 7.000 hingga 8.000 toko suku cadang. Melalui pertumbuhan pasar yang berkelanjutan, Thomas berharap industri ini mampu membangun perekonomian nasional ke arah yang lebih baik, menyasar seluruh lini dari masyarakat pengguna hingga tenaga kerja di rantai pasok.

"Maka dari itu kalau kita lihat dari sisi upstream dulu sudah semuanya ribuan dan ratusan supplier itu berdomisili di Indonesia. Tentu akhirnya komponen lokal ataupun kita punya purchase lokal itu sudah hampir 100 persen juga domestik," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags