Febrie Ardiansyah Siap Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan

- Rabu, 15 Juli 2026 | 05:40 WIB
Febrie Ardiansyah Siap Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Ardiansyah menyatakan akan melawan penetapan dirinya sebagai tersangka. Hal itu diungkapkan Said Didu, tokoh pergerakan yang menerima telepon dari Febrie, kepada Dahlan Iskan, Selasa sore.

"Ia bilang bisa mempertanggungjawabkan semua yang selama ini dituduhkan kepadanya," ujar Didu, mantan ketua alumni IPB University itu.

Febrie menghubungi Didu karena dianggap independen dan tidak bisa dibayar oleh siapa pun. Dalam percakapan itu, Febrie mengaku akan mengajukan praperadilan atas penggeledahan yang dilakukan polisi. Ia juga menyebut bahwa dirinya belum resmi ditetapkan sebagai tersangka, melainkan hanya diumumkan.

Langkah ini dinilai akan menjadi momentum penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Dalam sidang praperadilan nanti, semua bukti dan fakta akan dibeberkan ke publik.

Kasus ini bermula dari laporan Ronald Loblobly, ketua Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK), ke Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas) Mabes Polri pada 12 Juni 2025. Laporan itu langsung menyasar Febrie yang saat itu tengah dielu-elukan karena menersangkakan raja minyak Riza Khalid dalam kasus bensin oplosan Pertamina.

Kortas Polri saat itu dipimpin Irjen Pol Cahyono Wibowo. Selama menjabat, tidak ada tanda-tanda Febrie diusut. Namun, penggantinya, Irjen Pol Totok Suharyanto, langsung menindaklanjuti laporan tersebut hingga menimbulkan kehebohan.

Latar Belakang Pelapor

Ronald Loblobly adalah aktivis antikorupsi yang memimpin KOSMAK, koalisi empat LSM: Koalisi Sipil Selamatkan Tambang, Indonesia Police Watch, Tim Demokrasi Perjuangan Indonesia, dan Peradi Pergerakan. Ia juga pernah melaporkan Febrie ke KPK sebanyak tiga kali, begitu pula Boyamin Saiman dari MAKI.

Nama Loblobly berasal dari marga di Pulau Tanimbar, Maluku Tenggara. Ayahnya, seorang aktivis Angkatan 66 dari GMKI, kelahiran Tanimbar, sementara ibunya berasal dari Pulau Sabu, NTT. Loblobly sendiri lahir di Jakarta dan pernah kuliah di Perbanas sebelum bekerja di perusahaan kontraktor dan akhirnya menjadi aktivis antikorupsi.

"Saya akan kawal terus penanganan kasus ini," ujar Loblobly. Ia mengaku sudah mendengar rencana perlawanan Febrie dan tidak takut meski kerap diancam dalam laporan korupsi lainnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags