Mendagri Dorong Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan Kusta untuk Perkuat SDM

- Jumat, 10 Juli 2026 | 15:50 WIB
Mendagri Dorong Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan Kusta untuk Perkuat SDM

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah menjadikan penanganan kusta sebagai prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen pemerintah daerah, menurutnya, menjadi kunci untuk mempercepat pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, dan penghapusan stigma terhadap penyandang kusta.

Hal itu disampaikan Tito saat membuka Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta, Jumat (10/7). Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah temuan kasus baru kusta yang perlu mendapat perhatian serius. Data yang dipaparkan dalam forum itu, kata Tito, harus menjadi pengingat bagi seluruh pemda untuk memperkuat upaya penanganan secara berkelanjutan.

"Saya ingin highlight juga sedikit yang mungkin berusaha untuk menyentuh wake up call untuk kita semua, jadi tidak menganggap acara ini sebagai seremoni biasa," ujar Tito.

Menurut Tito, kualitas SDM merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak akan optimal jika persoalan kesehatan, termasuk kusta, belum ditangani secara serius. Ia menilai keberhasilan penanganan kusta sangat ditentukan oleh komitmen kepala daerah, yang harus tercermin dalam seluruh tahapan pembangunan dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program di lapangan.

"Harus ada dulu political will. Ada mindset untuk serius. Kalau seandainya di tingkat atasnya sudah tidak serius, diserahkan ke bawah [ke] kepala dinas kesehatan, segala macam. [Hanya akan menjadi] rutinitas, kembali kepada program, business as usual," tegasnya.

Tito menjelaskan bahwa kusta disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, pemda diharapkan semakin aktif melakukan deteksi dini, menemukan kasus sejak awal, memastikan penderita memperoleh pengobatan hingga tuntas, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Sebagai bentuk dorongan, Kemendagri tengah mempertimbangkan memasukkan kinerja penanganan bidang kesehatan, termasuk kusta dan tuberkulosis (TBC), sebagai salah satu indikator dalam program penghargaan kepada pemda. Langkah itu diharapkan mendorong kompetisi sehat sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Salah satu yang saya terpikirkan adalah yaitu kepada daerah yang paling pro [terhadap] program kepada bidang kesehatan. Dan salah satu kriterianya adalah, salah satu mungkin kita akan masukkan yang mana yang programnya bagus untuk tangani TBC dan lepra," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah gubernur menandatangani komitmen sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan eliminasi kusta di Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, para kepala daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags