Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit kusta dapat disembuhkan. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (10/7). Menurutnya, tidak perlu ada stigma negatif terhadap penderita kusta.
“Ini penyakit yang bisa diobati dan enggak usah diberikan stigma, atau kayak kutukan bisa menular ke mana-mana,” kata Budi.
Ia menjelaskan, penyakit kusta tidak akan menular jika pasien sudah menjalani pengobatan. “Karena sekali kita minum obat, penyakit ini tidak menularkan lagi,” tambahnya.
Budi juga mengingatkan ciri-ciri awal kusta yang perlu diwaspadai, yaitu munculnya bercak putih pada kulit yang tidak bereaksi saat disentuh atau ditusuk ringan. “Kalau ada bintik-bintik putih kalau ditusuk-tusuk enggak ada rasanya, nah itu kira-kira ciri-ciri kusta,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Budi bersama Duta Besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Yohei Sasakawa melakukan pengujian di beberapa puskesmas di Sampang. Hasilnya, ditemukan peningkatan kasus yang signifikan, mulai dari 30 persen hingga 100 persen. Budi menyebut kenaikan itu sebagai bentuk keberhasilan karena semakin banyak kasus ditemukan, semakin cepat pengobatan diberikan sehingga rantai penularan dapat dihentikan.
“Kemarin kita mencoba untuk memberikan insentif di puskesmas-puskesmas di Sampang, ya. Waktu itu saya sama Sasakawa-san datang ke sana. Insentifnya bukan untuk yang paling sedikit, tapi yang paling banyak menemukan. Kenapa? Justru karena ini penyakit menular, kalau ditemukan, obatnya ada, minum obat, berhenti penularannya,” kata dia.
“Naiknya itu ada yang 30%, ada yang 60%, ada yang 100%. Nah, ini yang sekarang kita ma replikasikan ke seluruh Indonesia. Jadi bukan paling sedikit yang menang, yang menang adalah yang paling banyak menemukan, ya. Karena justru dengan menemukan, kita bisa kasih obat, keluarganya kita juga bisa kasih obat agar mereka berhenti menularkan. Karena kalau tidak ditemukan, mereka jadi malah menularkan,” tambah Budi.
Artikel Terkait
Mendagri Dorong Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan Kusta untuk Perkuat SDM
Menteri Kesehatan: Anggota TNI-Polri Lebih Banyak Meninggal karena Stroke dan Jantung daripada Tembakan
Menteri Imipas Ungkap 1.464 Kasus TBC di Lapas dan Rutan, Over Kapasitas Jadi Biang Kerok
Menkes: Jus Kemasan Lebih Tepat Disebut Air Gula, Bukan Jus Buah