Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sempat direncanakan untuk dijual kepada pihak asing. Namun, ia memutuskan untuk menghentikan rencana tersebut.
Dalam sambutannya pada Peresmian 5 Bendungan di Lombok Barat, Jumat (10/7), Prabowo menyebut beberapa perusahaan strategis yang nyaris dijual. "Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan," ujarnya.
Prabowo menegaskan akan membangkitkan kembali perusahaan-perusahaan tersebut. "PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat, sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih," imbuhnya.
Ia juga mengaku terkejut dengan jumlah BUMN yang beroperasi saat awal menjabat. Sebelumnya, ia memperkirakan hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Namun, setelah dilantik, ia mendapat data bahwa terdapat 1.077 BUMN, belum termasuk anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga entitas turunannya. "Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat," tutur Prabowo.
Hingga saat ini, pemerintah telah menutup 240 BUMN yang dinilai bermasalah. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 250 BUMN pada akhir Juli 2026. Sementara itu, hingga 31 Desember 2026, pemerintah menargetkan menutup total 800 BUMN yang tidak efisien, terus merugi, dan tidak pernah mencetak keuntungan. "Dari gaji direksi saja sampai sekarang, overhead dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati Rp 70 triliun," kata Prabowo.
Artikel Terkait
Prabowo Resmi Luncurkan B50, Indonesia Hentikan Impor Solar
Prabowo: Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Berhasil Terapkan B50
Prabowo Bangga TNI Dominasi Kompetisi Menembak Internasional di Australia
Prabowo Resah Timnas Belum Tembus Piala Dunia: Saya Tidak Puas