Hamas Mendekati Turki dan Suriah, Menandai Perubahan Peta Politik Timur Tengah

- Jumat, 10 Juli 2026 | 16:40 WIB
Hamas Mendekati Turki dan Suriah, Menandai Perubahan Peta Politik Timur Tengah

Hamas mulai mengalihkan pusat aktivitas politiknya ke Turki, sementara tetap mempertahankan hubungan erat dengan Qatar. Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi di tengah dinamika baru kawasan.

Gerakan itu juga menunjukkan pendekatan terhadap Suriah. Dalam pernyataan terbaru, Hamas menyatakan solidaritas setelah pemboman di Damaskus, menandai mencairnya hubungan yang sempat membeku akibat perang saudara Suriah.

Perubahan poros ini tidak lepas dari realitas geopolitik yang lebih luas. Suriah kini tengah memperdalam hubungan dengan Turki dan melanjutkan reintegrasi ke panggung regional, termasuk kembali ke Liga Arab. Di sisi lain, Ankara memposisikan diri sebagai mediator utama dan pendukung perjuangan Palestina, memberi ruang diplomatik bagi Hamas.

Faktor Pendorong

Tekanan global mendorong Hamas mencari basis yang lebih aman di luar pangkalan tradisionalnya. Turki menawarkan ruang politik yang cukup, sementara Qatar tetap menjadi mitra strategis sebagai penyedia bantuan kemanusiaan dan jalur komunikasi bagi faksi-faksi di Gaza.

Pendekatan ke Suriah juga membuka peluang konsolidasi dengan jaringan regional yang dikenal sebagai poros perlawanan. Semakin banyak ibu kota regional yang menerima Hamas secara diplomatik, semakin sulit bagi Israel dan Barat untuk mengisolasi gerakan tersebut.

Foto: Delegasi senior Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya bertemu Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Istanbul.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags