Pemerintah Suriah mengumumkan telah menangkap sel yang bertanggung jawab atas rangkaian ledakan bom di Damaskus pekan ini. Menteri Dalam Negeri Anas Khattab menyatakan para pelaku kini berada dalam tahanan dan identitas mereka akan diungkap setelah penyelidikan rampung.
"Sel yang bertanggung jawab atas pemboman teroris yang menargetkan Damaskus dua hari lalu kini berada dalam tahanan kami," kata Khattab dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Arab Suriah (SANA), Kamis (9/7/2026). Ia menambahkan pihak berwenang akan mengungkap "identitas anggota sel, peran mereka, dan semua afiliasi mereka" begitu penyelidikan selesai. Namun, ia belum memberikan rincian lebih lanjut tentang para tersangka atau keadaan penangkapan.
Dua insiden bom terjadi di ibu kota Suriah dalam waktu berdekatan. Pada 2 Juli 2026, sebuah bom rakitan meledak di dekat kafe sekitar Istana Kehakiman, jalur menuju Pasar Hamidiya. Serangan itu menewaskan 10 orang dan melukai 21 lainnya.
Lima hari kemudian, dua bom rakitan meledak di pusat kota Damaskus, tepatnya di dekat Kementerian Pariwisata dan Hotel Four Seasons. Ledakan terjadi saat tim khusus bersiap menjinakkan bom yang ditemukan di dalam mobil dan tempat sampah. Insiden itu bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron. Akibat ledakan, sedikitnya 18 orang terluka, termasuk empat anggota polisi. Presiden Macron dilaporkan selamat karena lokasi ledakan berada di luar perimeter pengamanannya.
Artikel Terkait
18 Terluka dalam Ledakan di Dekat Hotel Tempat Macron Menginap di Damaskus
Ledakan Bom Guncang Damaskus saat Macron Bertemu Presiden Suriah
Korban Tewas Bom di Damaskus Bertambah Jadi 10 Orang
Ledakan Bom di Kafe Damaskus Tewaskan 6 Orang, 22 Luka-Luka