Pramono Anung Ultimatum Pelaku Pencurian Besi di Jakarta: Pelajar Penerima KJP Terancam Dicoret

- Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50 WIB
Pramono Anung Ultimatum Pelaku Pencurian Besi di Jakarta: Pelajar Penerima KJP Terancam Dicoret

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan ultimatum tegas kepada para pelaku pencurian besi di fasilitas umum, seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) dan taman. Ia mengancam akan mencabut kepesertaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terbukti mencuri, serta mencoret penerima bantuan sosial (bansos) yang terlibat.

Pernyataan itu disampaikan Pramono menanggapi maraknya kasus pencurian pagar besi di sejumlah titik di Jakarta, termasuk di Cilincing, Jakarta Utara, dan Kampung Melayu, Jakarta Timur. "Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian besi-besi di beberapa JPO," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Pramono mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku. Selain sanksi pidana, ia menyiapkan sanksi administratif bagi pelaku yang merupakan penerima fasilitas pemerintah. "Saya sudah menyampaikan di internal, bagi siapa pun yang melakukan itu, kalau dia pelajar maka KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan," tegasnya.

Pramono juga meminta aparat mendalami kasus ini dengan memanfaatkan kamera pengawas atau CCTV yang telah terpasang di hampir seluruh JPO di Jakarta. "Dan sekarang ini hampir semua JPO kan sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya, mudah-mudahan bisa kita tangkap," ujarnya. Menurut dia, keberadaan CCTV diharapkan mempermudah identifikasi dan penangkapan pelaku, serta mencegah aksi serupa terulang.

Sebelumnya, pagar besi di taman bawah kolong flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, raib dicuri. Warga sekitar bernama Ana (38) mengatakan pencurian terjadi dalam empat hari terakhir. "Seminggu lalu, pagarnya masih ada, tapi beberapa hari ini, sekitar tiga sampai empat hari sudah habis, cepat sekali hilangnya pagarnya sama pencuri," katanya. Aksi "rayap besi" yang dilakukan secara terang-terangan itu sempat viral di media sosial.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags