BMKG: Es Abadi di Puncak Jaya Diperkirakan Habis Akhir 2026

- Jumat, 03 Juli 2026 | 11:20 WIB
BMKG: Es Abadi di Puncak Jaya Diperkirakan Habis Akhir 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa es abadi di Puncak Jaya, Papua, terus mengalami penyusutan drastis. Lembaga itu memperkirakan gletser tropis terakhir di Indonesia itu akan lenyap sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.

"Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya. Es di Puncak Jaya, Papua terus menyusut dari tahun ke tahun. Menurut pakar klimatologi BMKG, es abadi yang telah bertahan ribuan tahun ini diperkirakan bisa hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027," tulis BMKG dalam akun Instagram resminya, Jumat (3/7/2026).

Data BMKG menunjukkan luas gletser di Jayawijaya pada 1988 masih mencapai 4,3 kilometer persegi. Namun pada September 2025, luasnya menyusut drastis menjadi hanya 0,09 kilometer persegi.

Ketebalan es juga terus menipis. Pada 2010, ketebalan es tercatat 32 meter. Laju penipisan mencapai 2,5 meter per tahun pada 2016. "Pada tahun 2023, tiang pancang menunjukkan ketebalan es tersisa 4 meter saja," demikian keterangan BMKG.

Pemantauan terbaru bahkan mengindikasikan es telah mencair sepenuhnya. BMKG menyebut hilangnya es abadi ini dipicu oleh kombinasi perubahan iklim global dan fenomena El Nino yang meningkatkan suhu dan memperparah kekeringan di Indonesia.

"Banyak peneliti memperkirakan es abadi di Papua hanya tinggal hitungan bulan sebelum benar-benar hilang," tulis BMKG.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags