Kementerian Luar Negeri Bahrain mengecam keras serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan Iran. Dalam pernyataan resmi, Manama menilai aksi tersebut telah melanggar kedaulatan negara dan merusak upaya de-eskalasi di kawasan.
Pemerintah Bahrain juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang darurat guna membahas situasi terkini. Mereka berharap langkah ini dapat mengakhiri agresi yang berlangsung dan meminta pertanggungjawaban para pelaku.
"Menegaskan hak sahnya sepenuhnya untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayahnya sesuai dengan hukum internasional, dan meminta pertanggungjawaban penuh rezim Iran atas setiap eskalasi yang diakibatkan oleh agresi berkelanjutannya," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Bahrain.
Serangan Iran tidak hanya menyasar Bahrain, tetapi juga fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait. Garda Revolusi Iran mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas penting AS di Pangkalan Ali al-Salem, Kuwait, dan Pangkalan Angkatan Laut Armada Kelima di Pelabuhan Salman, Bahrain.
"Setiap agresi musuh, apa pun dalihnya, bahkan terhadap target yang tidak signifikan... akan dibalas dengan menghancurkan," ancam Garda Revolusi dalam pernyataannya.
Iran dan AS saling tuduh melanggar gencatan senjata yang rapuh. Tuduhan ini memperketat negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah.
Sementara itu, Bahrain mengaktifkan kembali sirine peringatan serangan udara. Warga diminta tetap tenang dan mengungsi ke area aman sesuai imbauan pemerintah.
Artikel Terkait
Pemerintah Klaim Ekonomi Nasional Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Konsumsi Gula Berlebihan: Ancaman Diabetes hingga Penyakit Jantung
KND Kecam Keras Kekerasan dan Penyekapan Bertahun-tahun terhadap Perempuan di Depok
Jakarta Experience Board Luncurkan Merchandise 5 Abad Jakarta, Simbol Identitas Ibu Kota