Lima Peserta Program Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Saat Pelatihan, Kemhan Sebut karena Sakit

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:55 WIB
Lima Peserta Program Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Saat Pelatihan, Kemhan Sebut karena Sakit

Kementerian Pertahanan mengonfirmasi lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti pelatihan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia. Seluruhnya disebut meninggal karena sakit.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemhan, Mayor Jenderal Ketut Gede Wetan, mengatakan para peserta mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan. Mereka telah mendapat penanganan medis, baik di satuan pendidikan maupun setelah dirujuk ke rumah sakit.

"Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan," kata Ketut dalam jumpa pers di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Lima peserta yang meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. Sebelum mengikuti pelatihan, mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi laboratorium darah, urine, tes kehamilan, rontgen toraks, EKG, USG abdomen, serta pemeriksaan mata, gigi, postur, dan kesehatan jiwa.

"Kejadian berdasarkan laporan resmi dari satuan pendidikan dan rumah sakit," tuturnya.

Kronologi Kematian Peserta

Yonanda Muhammad Taufiq menjalani pelatihan di Satdik Pusdiklatpur Kodiklatad Baturaja. Pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, ia mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dengan berjalan kaki. Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan Yonanda mengalami penurunan kesadaran. Tim kesehatan segera dipanggil dan ia dibawa ke pos kesehatan satuan menggunakan ambulans pada pukul 17.22 WIB. Meski mendapat tindakan medis intensif, pada pukul 18.33 WIB dokter menyatakan Yonanda meninggal dengan diagnosis cardiac arrest atau henti jantung.

Anisa Muyassaroh mengikuti pelatihan di Satdik Dodik Kejuruan Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Pada Kamis, 18 Juni 2026, sekitar pukul 13.35 WITA, ia mengeluhkan sesak napas disertai mual sebelum kegiatan dimulai. Ia segera dievakuasi ke Pos Kesehatan Dodikjur, lalu diperiksa dokter satuan dan dirujuk ke Rumah Sakit dr. R. Hardjanto Balikpapan. Kondisinya terus memburuk hingga pukul 18.51 WITA, hasil EKG menunjukkan flat asystole. Pada pukul 19.00 WITA, dokter menyatakan Anisa meninggal dunia. Penyebab kematian menurut keterangan medis adalah heat stroke.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags