Bitcoin Gagal Tembus USD 60 Ribu, Catat Kinerja Mingguan Terburuk dalam Tiga Pekan

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB
Bitcoin Gagal Tembus USD 60 Ribu, Catat Kinerja Mingguan Terburuk dalam Tiga Pekan

Bitcoin gagal menembus level psikologis USD60 ribu pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, dan kini berada di jalur menuju kinerja mingguan terburuk dalam tiga pekan terakhir. Tekanan jual datang dari dua arah: investor yang terus menarik diri dari produk ETF spot Bitcoin, serta kekhawatiran yang kembali memuncak soal potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Dalam sepekan terakhir, harga bitcoin tercatat ambrol lebih dari tujuh persen. Pada Jumat kemarin, berdasarkan data yang dihimpun dari Investing.com, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu melemah 0,5 persen ke level USD59.846,7. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran di seluruh aset berisiko, terutama saham, yang membuat para pedagang semakin enggan menyentuh instrumen spekulatif seperti kripto.

Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF spot Bitcoin telah mencatat arus keluar selama tujuh minggu berturut-turut. Pekan ini saja, dana yang keluar dari produk tersebut mencapai USD1,35 miliar. Angka ini menandakan bahwa minat investor baik institusional maupun ritel terhadap kripto terus menyusut di tengah ketidakpastian yang masih membayangi pasar.

“Intinya adalah meningkatnya preferensi di antara investor untuk aset dengan fundamental yang lebih jelas, terutama saham kecerdasan buatan,” demikian pernyataan yang dikutip dalam laporan tersebut. Sektor AI disebut telah jauh melampaui kinerja kripto dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh optimisme yang terus menguat terhadap perkembangan teknologi itu. Meskipun reli saham AI sempat mengalami hambatan pekan ini, minat untuk kembali ke kripto nyaris tidak terlihat.

Tekanan tambahan datang dari sikap hawkish bank sentral AS. Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan pernyataan yang cenderung agresif, dan data indeks harga PCE yang dirilis Kamis lalu menunjukkan inflasi masih bertahan tinggi jauh di atas target tahunan Fed sebesar dua persen. Tren ini memberi sinyal bahwa bank sentral mungkin akan kembali menaikkan suku bunga. Bagi aset spekulatif seperti kripto yang tidak menawarkan imbal hasil langsung, suku bunga tinggi adalah kabar buruk.

Di sisi lain, bursa kripto terbesar di dunia, Binance, menghadapi hambatan regulasi di Eropa. Perusahaan tersebut gagal mendapatkan lisensi di Yunani yang seharusnya memungkinkan mereka terus beroperasi di bawah rezim perizinan baru Uni Eropa yang dikenal dengan nama MiCA. Aturan ini mewajibkan perusahaan kripto untuk mengantongi lisensi dari salah satu negara anggota sebelum akhir Juni, yang kemudian bisa digunakan sebagai “paspor” untuk beroperasi di seluruh blok tersebut.

MiCA dirancang untuk mengendalikan bursa kripto yang selama ini dikritik pejabat Eropa karena potensinya mengganggu stabilitas pasar jika tidak diawasi dengan ketat. Meskipun gagal di Yunani, Binance menyatakan bahwa pengguna tetap bisa mengakses aset mereka, dan perusahaan akan terus berupaya mendapatkan otorisasi di negara anggota Uni Eropa lainnya. Menariknya, token BNB milik Binance justru berhasil berbalik arah dan naik 0,9 persen pada Jumat kemarin.

Secara keseluruhan, pergerakan harga kripto pada Jumat cukup beragam, tetapi sebagian besar altcoin diperkirakan akan menutup pekan ini dengan kerugian. Ether, kripto terbesar kedua di dunia, turun 0,3 persen ke USD1.576,45 dan telah anjlok lebih dari delapan persen dalam sepekan. XRP dan Cardano masing-masing turun hampir delapan dan sembilan persen. Satu-satunya yang melawan tren adalah Solana, yang diperkirakan mencatat kenaikan mingguan lebih dari tujuh persen. Di kelompok memecoin, Dogecoin turun lebih dari sembilan persen, sementara token $TRUMP ambrol lebih dari delapan persen selama sepekan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags