Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberangkatkan seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menunaikan ibadah umrah. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Dewi Mentari, 37, adalah salah satu penerima manfaat program tersebut. Perempuan kelahiran Jakarta ini telah mengabdikan dirinya sebagai guru playgroup sejak 2009 atau selama 17 tahun terakhir. Ia mengaku tidak menyangka bisa melihat Ka'bah secara langsung melalui program spiritual yang digagas institusi kepolisian itu. Keberangkatannya berlangsung pada 21 Juni hingga 30 Juni 2026.
"Terharu, serasa mimpi, pokoknya speechless. Alhamdulillah ya Allah, berkah dunia akhirat untuk Pak Listyo Sigit. Lihat Ka'bah pertama kali, bergetar sebadan-badan," ujar Dewi, Sabtu, 27 Juni 2026.
Program sosial keagamaan ini digagas bekerja sama dengan organisasi Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI). Ketua MPPI, Zandre Badak, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk kepedulian nyata institusi kepolisian terhadap elemen masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial namun memiliki kontribusi sosial yang besar.
Zandre menambahkan, rangkaian Program Wisata Religi Kapolri ini dipastikan akan terus berlanjut. Gelombang pemberangkatan berikutnya dijadwalkan pada Agustus 2026. "Pada tanggal 21 Agustus, bertepatan dengan bulan Maulid Nabi, akan diberangkatkan kembali oleh Bapak Kapolri, kali ini difokuskan untuk para guru TKA-TPA Al-Qur'an," jelas Zandre Badak.
Selain memfasilitasi perjalanan umrah bagi para guru, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 juga menyasar perbaikan infrastruktur bagi warga di daerah. Salah satu bantuan yang disalurkan adalah program bedah rumah tidak layak huni milik seorang guru mengaji lansia, Ustaz Zaini, 75, di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Bantuan tersebut diberikan lantaran kondisi fisik rumah sekaligus tempat mengaji anak-anak itu dinilai memprihatinkan dan rawan roboh. Dalam waktu dekat, pihak panitia juga menjadwalkan pembangunan tempat ibadah baru berupa Mushola Presisi untuk menunjang aktivitas keagamaan warga.
Di samping program keagamaan, MPPI turut mengapresiasi kebijakan strategis Mabes Polri di sektor pemulihan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui program Desk Ketenagakerjaan Polri. Program tersebut dirancang untuk memfasilitasi para buruh yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) agar bisa mendapatkan akses pekerjaan baru secara lebih cepat dan akuntabel.
Artikel Terkait
Polda Metro Bongkar Aplikasi HOT51, Perputaran Uang Haram Capai Rp 559,8 Miliar
Bareskrim Ungkap Peran Empat WNI dalam Sindikat Judi Online Hayam Wuruk
Empat Destinasi Wisata Keluarga di Dataran Tinggi Kopeng, Jawa Tengah
29 Juni Peringati Hari Tropis Internasional, Soroti Tantangan dan Peluang Negara Tropis