Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir melonjak tajam menjadi 920 orang. Di tengah operasi penyelamatan yang masih berlangsung, pemerintah berjanji mengerahkan seluruh kemampuan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin korban.
Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi hampir bersamaan pada Rabu malam, menghancurkan bangunan di wilayah utara negara itu. Presiden interim Venezuela, Delcy Rodríguez, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban saat mengunjungi La Guaira, kawasan yang mengalami kerusakan paling parah.
"Kami akan berjuang untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang," kata Rodríguez.
Saudaranya yang juga menjabat Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengungkapkan jumlah korban tewas kini mencapai 920 orang. Sementara itu, hampir 3.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Kepala bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, mengatakan lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang setelah gempa meratakan bangunan di wilayah utara Venezuela. Tim pencarian dan penyelamatan dari berbagai negara mulai berdatangan untuk membantu evakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Di sejumlah lokasi terdampak, warga menyuarakan kekecewaan terhadap lambatnya respons pemerintah pada saat-saat awal bencana. Seorang paramedis, Rotny Bombart, mengatakan dirinya menghabiskan waktu berjam-jam mencari ibunya yang diduga tertimbun reruntuhan sebuah apartemen 15 lantai di La Guaira. Menurutnya, pada awal kejadian belum ada tim penyelamat pemerintah yang tiba di lokasi sehingga warga berinisiatif melakukan pencarian menggunakan tangan kosong dan peralatan seadanya.
"Anda bisa bersiap menghadapi keadaan darurat, tetapi bukan untuk bencana seperti ini. Tidak ada yang benar-benar mempersiapkan Anda," ujarnya.
Kesaksian serupa disampaikan Diego González yang bersama sejumlah rekannya membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menyelamatkan sepupunya dari reruntuhan sebuah gedung apartemen di Catia La Mar. "Orang-orang bekerja dengan tangan kosong. Kami sangat membutuhkan peralatan. Catia La Mar hancur, hanya sedikit bangunan yang masih berdiri," katanya.
Pemerintah Inggris mengirim tim pencarian dan penyelamatan yang terdiri atas 68 personel pemadam kebakaran, enam anjing pelacak, serta tenaga kemanusiaan ke Venezuela. Selain itu, Inggris juga mengerahkan anggota UK Emergency Medical Team untuk mempersiapkan dukungan medis lanjutan dan menyediakan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta pound sterling guna mendukung penanganan bencana.
Artikel Terkait
Lima Peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Meninggal saat Latihan Bela Negara
Bitcoin Gagal Tembus USD 60 Ribu, Catat Kinerja Mingguan Terburuk dalam Tiga Pekan
Wapres AS Peringatkan Iran akan ‘Kekerasan’ Jika Kembali Serang, CENTCOM Lancarkan Serangan Rudal Balasan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat ‘Baginda Pemuka Bangsa’ di Lampung