Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, melontarkan peringatan keras kepada Iran pada akhir pekan ini. Dalam pernyataan yang dirilis melalui media sosial X, Vance menegaskan bahwa Teheran akan menghadapi “kekerasan” jika kembali melancarkan serangan. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang saling melancarkan serangan militer.
“Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah mematuhinya. Jika mereka memiliki perbedaan pendapat mengenai penerapan MoU (nota kesepahaman) tersebut, mereka bisa menghubungi kami,” ujar Vance, Sabtu (27/6/2026), sebagaimana dilansir AFP.
Nota kesepahaman yang dimaksud adalah perjanjian untuk menghentikan perang yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir. Dokumen itu ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni lalu. Namun, Vance menegaskan bahwa sikap sabar Washington memiliki batas. “Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” katanya.
Peringatan dari Wakil Presiden itu disusul oleh pengumuman Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyatakan bahwa pasukan Amerika telah melancarkan serangan terbaru pada Jumat (26/6) tengah malam. Sasaran serangan meliputi lokasi penyimpanan rudal dan drone milik Iran, serta posisi radar pesisir.
Menurut CENTCOM, operasi militer itu merupakan respons langsung terhadap “agresi yang tidak beralasan oleh pasukan Iran terhadap pelayaran komersial.” Tindakan Teheran dinilai sebagai pelanggaran jelas terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah diteken sebelumnya. “Respons tegas terhadap serangan kemarin terhadap sebuah kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Buka Wisata Susur Sungai Ciliwung Gratis hingga Oktober, Edukasi Warga Jaga Kebersihan
InJourney Resmi Konsolidasi 10 BUMN untuk Satukan Pengelolaan Hotel Milik Negara
MNC University dan MNC Peduli Salurkan Dua Ton Beras untuk 400 Warga Kebon Sirih
Kapolri Mutasi Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Audie Latuheru Putra Daerah Merauke Resmi Jabat Posisi Baru