Korea Utara Uji Coba Artileri dan Rudal Baru yang Mampu Jangkau Wilayah Seoul

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:35 WIB
Korea Utara Uji Coba Artileri dan Rudal Baru yang Mampu Jangkau Wilayah Seoul

Korea Utara kembali menunjukkan kekuatan militernya. Dalam uji coba yang diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong Un, Pyongyang meluncurkan sistem artileri dan rudal yang diklaim mampu menjangkau sebagian wilayah Seoul, ibu kota Korea Selatan. Uji coba itu berlangsung pada Kamis (25/6) dan langsung dilaporkan oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pada Jumat (26/6).

Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba "senjata utama" yang mencakup peluncur roket multiple dan hulu ledak untuk rudal balistik. Dalam laporannya, KCNA menyebut uji coba itu bertujuan menganalisis dan mengevaluasi karakteristik tempur dari sistem peluncur roket multiple kaliber 240 mm dengan 24 laras yang telah ditingkatkan. Uji coba juga mengukur daya hancur hulu ledak misi khusus untuk rudal balistik taktis serta akurasi tembakan proyektil jarak jauh dari meriam howitzer self-propelled kaliber 155 mm.

Kim Jong Un menekankan perlunya pengembangan pertahanan nasional untuk memastikan tidak ada musuh yang berani mengkonfrontasi Korea Utara. Negara itu secara teknis masih dalam keadaan perang dengan tetangganya di selatan. Pemimpin Korea Utara itu menyatakan kepuasan atas hasil uji coba dan mengatakan bahwa pengujian tersebut menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan daya tembak di sepanjang perbatasan selatan. Ia menyebut otomatisasi yang lebih baik, jangkauan yang lebih jauh, serta tingkat presisi yang lebih tinggi sebagai capaian utama.

Yang menarik, Kim Jong Un menegaskan bahwa Pyongyang tidak hanya berfokus pada pertahanan. Ia secara eksplisit menyebut penguatan "postur ofensif yang mematikan dan destruktif" sebagai bagian dari strategi militer mereka. KCNA melaporkan bahwa sistem peluncur roket yang diuji coba itu dilengkapi sistem pemandu presisi dengan kemampuan self-steered yang baru. Jangkauan tembaknya ditingkatkan menjadi 90 kilometer.

Jarak tersebut cukup strategis. Dari posisi-posisi di dekat perbatasan kedua Korea, sistem itu mampu menjangkau sebagian wilayah metropolitan Seoul. KCNA menambahkan bahwa hulu ledak yang diuji coba dirancang untuk memicu kerusakan fatal pada target-target utama musuh, termasuk lapangan terbang, pelabuhan, dan fasilitas pembangkit listrik.

Analis Yang Moo Jin, mantan rektor Universitas Studi Korea Utara, menilai bahwa rincian yang disampaikan Pyongyang merupakan bentuk unjuk kekuatan yang ditujukan terhadap wilayah ibu kota Korea Selatan. Ia merujuk pada data jangkauan 90 kilometer untuk peluncur roket multiple, jangkauan 65 kilometer untuk howitzer, serta identifikasi target-target seperti lapangan terbang, pelabuhan, dan pembangkit listrik sebagai bukti bahwa uji coba itu memiliki pesan politik yang jelas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags