Gempa Kembar Magnitudo 7,5 di Venezuela Tewaskan 235 Orang, Fenomena Langka yang Juga Pernah Terjadi di Indonesia

- Jumat, 26 Juni 2026 | 14:30 WIB
Gempa Kembar Magnitudo 7,5 di Venezuela Tewaskan 235 Orang, Fenomena Langka yang Juga Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat, menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai 1.520 lainnya. Dua gempa besar yang terjadi dalam waktu berdekatan itu memicu kerusakan parah di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Caracas, di mana banyak gedung dilaporkan rusak berat hingga ambruk. Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa fenomena serupa, yang dikenal sebagai gempa doublet, juga pernah melanda Indonesia.

Gempa pertama tercatat memiliki kekuatan magnitudo 7,5. Tak berselang lama, gempa kedua mengguncang dengan kekuatan yang sama dahsyatnya, yakni magnitudo 7,5. Akumulasi guncangan dari dua gempa besar inilah yang menyebabkan kerusakan infrastruktur yang meluas dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa gempa doublet adalah peristiwa langka di mana dua gempa besar terjadi di lokasi yang berdekatan dalam rentang waktu yang relatif singkat. Rentang waktu itu bisa hanya hitungan detik, menit, jam, hingga beberapa hari. Fenomena ini muncul akibat mekanisme patahan yang kompleks.

“Bahaya utama dari gempa doublet terletak pada akumulasi kerusakan struktural yang tidak terduga. Bangunan, jembatan, atau infrastruktur yang mungkin masih berdiri tegak namun sudah mengalami keretakan atau pelemahan signifikan akibat gempa pertama, sering kali tidak lagi mampu menahan beban guncangan kedua,” kata Daryono kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, sifat ganda dari gempa ini membuat tingkat kerusakan sulit diprediksi. Sebuah bangunan mungkin tampak selamat dari gempa pertama, tetapi keretakan internal yang tak terlihat bisa menyebabkan keruntuhan total saat gempa kedua terjadi.

Indonesia sendiri memiliki catatan panjang mengenai fenomena gempa doublet. Daryono menyebutkan beberapa di antaranya, seperti gempa yang terjadi di Bengkulu pada 2007 dan gempa di Lombok pada 2018. Berikut adalah sejumlah gempa kembar yang pernah tercatat di Indonesia:

1. Gempa Padang Panjang M 7,1 diikuti gempa M 7,2 pada Juni 1926 yang memicu kerusakan. Sumber gempa berasal dari sesar aktif.

2. Gempa Padang Panjang M 6,4 diikuti gempa M 6,3 pada Maret 2007 yang juga memicu kerusakan. Sumbernya adalah sesar aktif.

3. Gempa Bengkulu M 8,4 diikuti gempa M 7,9 pada September 2007 yang memicu kerusakan dan tsunami. Sumber gempa berasal dari subduksi atau megathrust.

4. Gempa Samudra Hindia Barat Aceh M 8,6 diikuti gempa M 8,1 pada April 2012 yang memicu tsunami kecil. Sumbernya adalah sesar aktif dasar laut.

5. Gempa Lombok M 7,0 diikuti gempa M 6,9 pada Agustus 2018 yang memicu kerusakan dan tsunami kecil. Sumbernya adalah sesar aktif.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags