Mantan presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, akan menjalani persidangan di Amerika Serikat pada Juni 2027. Keputusan itu diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara jaksa penuntut dan tim kuasa hukum.
Maduro yang berusia 63 tahun dan Flores telah ditahan di penjara Brooklyn selama lebih dari tujuh bulan. Keduanya mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata api. Mereka ditangkap dari kediamannya di Caracas pada 3 Januari lalu.
Dalam sidang yang berlangsung sekitar 20 menit, Hakim Alvin Hellerstein menetapkan tanggal persidangan pada 1 Juni 2027. Ia menyetujui permintaan bersama dari kedua belah pihak. Hakim juga menjadwalkan sidang berikutnya pada 17 November 2026 untuk mendengarkan mosi pembelaan, termasuk keberatan terhadap keabsahan proses penangkapan.
Maduro, yang mengenakan seragam tahanan krem dan berkacamata, hanya mengucapkan salam kepada majelis hakim saat memasuki ruang sidang. Ia tidak berbicara sepanjang persidangan. Flores, dengan rambut pirang terikat ke belakang, duduk beberapa meter darinya. Keduanya didampingi tim pengacara.
Di luar gedung pengadilan Manhattan, dua kubu demonstran berunjuk rasa. Kelompok pendukung membawa spanduk bertuliskan "Bebaskan Presiden Maduro" dan mengibarkan bendera Venezuela. Sementara itu, kelompok oposisi membawa poster yang menyebut Maduro dan Flores sebagai diktator.
Tuduhan terhadap Maduro
Jaksa penuntut AS menuduh Maduro memanfaatkan kekuasaan negara untuk melindungi dan mempromosikan penyelundupan narkoba. Ia dituduh bersekutu dengan kartel untuk mengirimkan berton-ton kokain ke AS. Maduro membantah empat dakwaan: konspirasi narko-terorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.
Flores juga mengaku tidak bersalah atas tiga dakwaan: konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.
Pemerintah AS telah mengizinkan Venezuela membiayai pembelaan hukum Maduro dan Flores. Sebelumnya, pendanaan sempat diblokir akibat sanksi ekonomi AS. Pasangan itu sempat mengajukan pembatalan kasus dengan alasan pemblokiran akses pendanaan melanggar hak konstitusional AS.
Artikel Terkait
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, Ribuan Lain Terluka
Menlu Iran Tepis Klaim AS: Kami Bukan Venezuela, Sistem Kekuasaan Kami Berbeda
Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 5.069 Jiwa, 21.000 Masih Mengungsi
Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 4.700 Jiwa