Tim nasional Pantai Gading melakukan empat perubahan pada susunan pemain saat menghadapi Curacao dalam laga terakhir Grup E babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, Jumat dini hari WIB itu menjadi penentu nasib kedua tim untuk melaju ke babak 32 besar. Di sisi lain, Curacao justru mempertahankan komposisi pemain yang sama seperti pertandingan sebelumnya.
Empat rotasi yang dilakukan Pelatih Pantai Gading Emerse Fae paling banyak terjadi di lini belakang. Keputusan ini diambil setelah timnya menelan kekalahan dari Jerman pada laga sebelumnya. Dari sektor pertahanan, hanya Odilon Kossounou yang tetap dipertahankan sebagai pemain utama. Tiga nama baru yang masuk adalah Ousmane Diomande, Guela Doue, dan Christopher Operi. Mereka menggantikan Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan, serta Wilfried Singo.
Di lini tengah, Nicolas Pepe kembali dipercaya mengisi posisi starter. Ia menggantikan Christ Inao Oulai. Bersama Ange-Yoan Bonny, Pepe akan menjadi motor serangan di lini depan untuk memburu kemenangan. Hasil positif mutlak diperlukan Pantai Gading demi menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.
Curacao mengambil pendekatan berbeda. Pelatih Dick Advocaat memilih tidak mengubah komposisi pemain setelah timnya sukses menahan imbang Ekuador pada pertandingan sebelumnya. Keyakinan terhadap skuad yang sama menjadi modal bagi Curacao untuk menghadapi tekanan Pantai Gading.
Curacao tetap mengandalkan formasi 5-4-1 dengan Juergen Locadia sebagai ujung tombak tunggal. Tahith Chong dan Leandro Bacuna kembali menjadi pendukung serangan dari lini kedua. Di bawah mistar, Eloy Room masih menjadi pilihan utama. Lini belakang diperkuat oleh Joshua Brenet, Jurien Gaari, Armando Obispo, Sherel Floranus, dan Deveron Fonville.
Artikel Terkait
Kejari Serang Hentikan Penuntutan Pemakai Sabu 0,5 Gram, Jalani Rehabilitasi Medis dan Spiritual
IHSG Berbalik Melemah ke Level 5.982 Setelah Sempat Sentuh Zona Hijau
Menteri ESDM Pastikan Gangguan Pasokan Batu Bara untuk PLTU Telah Teratasi
Perempuan Disekap dan Dianiaya Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung, Komnas Perempuan Soroti Lemahnya Kepedulian Sosial