Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, melontarkan pujian setinggi langit kepada kaptennya, Lionel Messi, usai sang megabintang sukses membawa timnya membungkam Austria pada laga lanjutan Grup I Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, pada Senin, 22 Juni 2026, itu sempat diwarnai kegagalan Messi mengeksekusi penalti di awal babak pertama, sebuah momen yang menurut Scaloni sempat memukul psikologis tim.
Namun, Scaloni mengakui bahwa kegagalan tersebut justru menjadi titik balik. Ia melihat semangat Messi tidak pernah surut dan justru menular ke seluruh rekan setimnya. "Wajar kalau gagal mencetak gol dari titik penalti itu mengecewakan, tapi tahu bahwa saat Leo mulai bersemangat, ketika dia bersemangat, semua orang juga ikut bersemangat. Dan saya pikir itu juga merupakan kekuatan tim," jelas Scaloni dalam konferensi pers pascalaga, sebagaimana dilansir pada Selasa, 23 Juni 2026.
Juru taktik berusia 47 tahun itu secara khusus menyoroti daya juang pemain berjuluk La Pulga yang tidak pernah mengendur. Menurutnya, kerja keras Messi menjadi faktor pembeda kala tim sedang menemui jalan buntu. "Bahkan hari ini ketika tim kesulitan menguasai bola, dia tetap bekerja keras dan berhasil mencetak gol, Anda bisa melihat komitmennya," tambah Scaloni.
Berkat dua gol yang disarangkan Messi ke gawang Austria, Argentina sukses menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 2-0. Hasil positif ini sekaligus mengunci posisi La Albiceleste di puncak klasemen sementara Grup I dengan raihan enam poin dari dua pertandingan. Kemenangan tersebut juga memastikan langkah Argentina ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, aksi magis yang ditunjukkan pemilik nomor punggung 10 itu juga menuai decak kagum dari rekan setimnya. Gelandang Timnas Argentina, Alexis Mac Allister, menilai bahwa apa yang dilakukan Messi di lapangan selalu berada di luar nalar manusia biasa. Pemain yang memperkuat Liverpool itu mengaku sangat bersyukur dapat bermain bersama legenda hidup sepak bola dunia dan menyaksikan langsung bagaimana sang kapten mempersembahkan kemenangan demi kemenangan untuk negaranya.
"Hal-hal yang dia lakukan sungguh luar biasa, cara dia bereaksi di saat-saat terakhir terhadap apa pun yang terjadi. Jadi, ya, tidak ada lagi yang perlu ditambahkan. Senang dia bisa berada di sana, menikmati permainan, dan mencetak gol," ungkap Mac Allister.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria di Kendari yang Sekap dan Jual Dua Wanita Lewat Aplikasi Hijau
Petani Takut Gagal Panen Akibat Isu El Nino Godzilla, Pemerintah Kesulitan Meyakinkan Mereka untuk Kembali Bertani
Presiden Prabowo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo
Ibu dan Anak Balita Korban Lemparan Bom Molotov di Koja, Polisi Buru Pelaku